Pemerintah Indonesia akan mengubah model bisnis sektor kehutanan dari produksi berbasis kayu menjadi pendekatan multi-usaha kehutanan.

Langkah ini bertujuan mempercepat pengembangan bioekonomi hijau, demikian disampaikan Kementerian Kehutanan pada Kamis (2/7/2026).

>>> Lutut Sering Bunyi 'Krek'? Kenali Penyebab dan Tanda Bahayanya

Direktur Pengembangan Usaha Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan, Ilham, mengatakan produksi kayu semakin tidak layak secara komersial. Biaya operasional yang terus meningkat sering kali melampaui harga pasar.

"Kami perlu mencari opsi optimalisasi untuk transformasi di luar kayu, misalnya memanfaatkan silvopastura untuk pangan, energi dari biomassa dan biofuel, serta pemanfaatan air," ujar Ilham.

>>> Lutut Sering Bunyi 'Krek'? Kenali Penyebab dan Tanda Bahayanya

Karbon Sebagai Sumber Pertumbuhan Baru

Pemerintah juga memposisikan penyerapan dan perdagangan karbon sebagai pendorong baru pertumbuhan ekonomi. Restorasi 12 juta hektare lahan diperkirakan menghasilkan potensi penyimpanan karbon hingga 13,4 miliar ton.

Untuk mencegah klaim tumpang tindih dan memastikan kepastian regulasi bagi investor hijau, pemerintah telah menetapkan kerangka zonasi terstruktur lintas kementerian untuk pengelolaan karbon.

>>> Pertamina Pantau Pengguna Pertamax yang Beralih ke Pertalite

Hal ini dilaporkan oleh media lokal.