Bunyi 'krek' atau 'klik' pada lutut saat berjongkok, naik tangga, atau berdiri setelah duduk lama kerap menimbulkan kekhawatiran.

Banyak yang mengira itu tanda masalah serius pada sendi.

>>> Pertamina Pantau Pengguna Pertamax yang Beralih ke Pertalite

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut knee crepitus. Penyebabnya beragam, mulai dari pelepasan gelembung gas di cairan sendi hingga gesekan jaringan sekitar lutut.

Menurut jurnal National Library of Medicine, salah satu penyebab paling umum adalah kavitasi. Lutut memiliki cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas sendi.

Saat lutut ditekuk atau diluruskan, tekanan dalam sendi berubah. Perubahan ini membuat gelembung gas kecil di cairan sinovial pecah dan menghasilkan bunyi.

Fenomena ini mirip dengan bunyi saat seseorang meretakkan jari. Bunyi lutut tanpa rasa sakit umumnya dianggap normal.

Selain gelembung gas, bunyi juga bisa berasal dari tendon atau ligamen yang bergeser saat lutut bergerak.

Tendon menghubungkan otot ke tulang, sedangkan ligamen menghubungkan antartulang dan menjaga stabilitas sendi.

Gesekan kecil terjadi ketika tendon atau ligamen melewati tonjolan tulang. Kondisi ini sering dialami oleh orang aktif berolahraga, pelari, atau mereka yang memiliki otot dan tendon kaku.

>>> Pertamina Pantau Pengguna Pertamax yang Beralih ke Pertalite

Kapan Harus Waspada?

Meski sering normal, bunyi lutut bisa menandakan perubahan struktur sendi. Jika permukaan tulang rawan mulai kasar atau menurun kualitasnya, gerakan sendi tidak mulus.

Akibatnya, lutut menghasilkan bunyi seperti gesekan kasar atau gemeretak. Kondisi ini umum pada penderita osteoarthritis, lansia, atau akibat penggunaan sendi berlebihan.

Osteoarthritis adalah kondisi ketika bantalan tulang rawan menipis dan rusak. Pada tahap ini, bunyi lutut biasanya disertai nyeri, kaku, bengkak, hingga keterbatasan gerak.