PT Pertamina (Persero) terus memantau pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke subsidi. Hal ini terjadi di tengah lebarnya selisih harga Pertamax dan Pertalite.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM nonsubsidi tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

>>> 10 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terpercaya Edisi Juli 2026, Cara Cepat Cuan

"Kalau shifting atau kegiatan perubahan dari pengguna, sebenarnya ini memang kami terus memantau," ujar Baron di Grha Pertamina, Kamis (2/7).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menilai pergeseran konsumsi BBM adalah hal wajar. Hal itu dipengaruhi perilaku konsumen saat terjadi perubahan harga BBM nonsubsidi.

Meski demikian, ia mengingatkan mayoritas pengguna Pertamax berasal dari kelompok masyarakat mampu.

>>> 5 Fitur AI di Ponsel Lenovo 2026 untuk Optimalkan Belajar

Di sisi lain, distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran masih ditemukan berdasarkan hasil temuan aparat penegak hukum.

"Maka yang penting adalah agar konsumen/masyarakat dapat memilah dan memilih jenis BBM yang sesuai dengan jenis kendaraan, kebutuhan BBM, dan peruntukkan subsidi BBM yang tepat," ujar Roberth.

Ia juga meminta pemilik kendaraan yang direkomendasikan menggunakan BBM nonsubsidi tidak beralih ke BBM bersubsidi. Tujuannya agar kuota subsidi tetap dinikmati masyarakat yang berhak.

>>> Chris Johnson Hidupkan Kembali ALS Ice Bucket Challenge, Marshawn Lynch dan LenDale White Ikut Serta

Per Kamis ini, Pertamax dibanderol Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertalite ditetapkan Rp10 ribu per liter.