Nyeri lutut sering dianggap wajar seiring bertambahnya usia. Namun, jika rasa nyeri muncul terus-menerus hingga mengganggu aktivitas, bisa jadi itu adalah tanda osteoartritis.

Osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif yang terjadi ketika tulang rawan pada sendi rusak atau menipis. Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan agar tulang bergerak mulus tanpa gesekan.

>>> Vance vs Rubio: Kabinet Trump Terpecah soal Iran?

Saat bantalan rusak, gesekan antartulang memicu nyeri, peradangan, dan kekakuan sendi. Lutut menjadi bagian yang paling sering terkena karena harus menopang berat badan setiap hari.

Gejala Muncul Bertahap

Osteoartritis berkembang perlahan. Pada tahap awal, kerusakan tulang rawan sudah mulai terjadi tetapi belum menimbulkan keluhan.

Seiring waktu, penderita merasakan nyeri lutut saat berjalan, berdiri lama, atau naik tangga. Lutut juga terasa kaku setelah bangun tidur atau duduk lama.

Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi lutut bengkak, bunyi berderak saat digerakkan, sendi terasa goyah, hingga lutut terkunci dan sulit digerakkan.

Berdasarkan tingkat keparahan, osteoartritis dibagi empat tahap. Pada stadium awal, kerusakan ringan dan belum bergejala.

Stadium ringan hingga sedang mulai muncul nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak.

Pada stadium berat, bantalan sendi hampir habis sehingga tulang saling bergesekan dan menyebabkan nyeri hebat yang mengganggu mobilitas.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama osteoartritis adalah keausan tulang rawan akibat penuaan. Namun, beberapa faktor dapat mempercepat kerusakan sendi.

Obesitas meningkatkan risiko karena lutut menopang beban lebih besar. Riwayat cedera lutut, aktivitas fisik berulang, kelainan bentuk tungkai, dan faktor keturunan juga berperan.

>>> Vance vs Rubio: Kabinet Trump Terpecah soal Iran?

Jika tidak ditangani, osteoartritis dapat menyebabkan komplikasi seperti melemahnya otot sekitar lutut, taji tulang, kista Baker, hingga gangguan psikologis akibat nyeri kronis.