Vatikan menjatuhkan sanksi terberat berupa ekskomunikasi terhadap enam uskup ultra-konservatif dari Amerika Serikat.

Hukuman itu dijatuhkan setelah kelompok gereja Katolik AS, Serikat Santo Pius X (SSPX), membangkang Paus Leo XIV.

>>> HUT Ke-46 Dekranas, Tri Tito Dorong Kerajinan RI Tembus Pasar Dunia

Dekrit Vatikan dikeluarkan sehari setelah SSPX menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Paus Leo XIV.

Paus Leo sebelumnya telah memohon agar penahbisan tidak diteruskan karena belum mendapat restunya.

Paus Leo menyebut pentahbisan itu sebagai "tindakan skismatik" yang dapat memecah belah persatuan Gereja.

Dikasteri Doktrin Iman Vatikan menjelaskan bahwa pentahbisan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kanonik.

Para uskup yang dijatuhi ekskomunikasi disebut sebagai "kaum skismatik".

Bagi Takhta Suci, penahbisan uskup tanpa persetujuan Paus adalah tindakan pembangkangan langsung.

Tindakan itu menyebabkan ekskomunikasi otomatis terhadap para uskup yang terlibat.

Ekskomunikasi mencakup empat uskup yang baru ditahbiskan: dua orang Prancis, satu orang Amerika, dan satu orang Swiss.

Sanksi juga dijatuhkan kepada dua uskup yang sudah ada yang memimpin upacara di Econe, Swiss barat daya.

Upacara pentahbisan digelar dalam misa berbahasa Latin yang berlangsung sekitar empat jam di ladang Econe, Swiss.

>>> 5 Cara Tak Terduga Menggunakan Kode QR untuk Mengatur Hidup

Acara itu dihadiri sekitar 15.000 umat.

Lokasi tersebut sama dengan tempat pendiri SSPX, Marcel Lefebvre, menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Vatikan pada 38 tahun lalu.

Apa Itu Serikat Santo Pius X?

Society of Saint Pius X (SSPX) adalah kelompok Katolik ultra-tradisionalis yang menyatakan diri memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma.

Didirikan pada 1970 di Swiss oleh Uskup Agung asal Prancis, Marcel Lefebvre, SSPX menolak berbagai reformasi liberal dari Konsili Vatikan II pada 1960-an.