Salah satu kelompok Katolik tradisional dari Amerika Serikat, Serikat Santo Pius X (SSPX), membangkang Paus Leo XIV dengan mengangkat uskup tanpa melalui persetujuannya.

Padahal, Paus Leo XIV telah menyampaikan permohonan terakhir kepada kelompok tersebut agar membatalkan rencana penahbisan. Namun, kelompok tradisionalis itu bersikeras melanjutkan.

>>> Joao Felix Yakin Portugal Kalahkan Kroasia di Piala Dunia 2026

Paus Leo XIV memperingatkan bahwa tindakan itu merupakan dosa besar dan akan berujung pada ekskomunikasi atau pengucilan dari sakramen gereja.

"Saya memohon kepada Anda dan meminta dengan sepenuh hati: tolong batalkan!" tulis Paus dalam surat terakhir kepada SSPX.

"Merobek jubah Kristus yang tanpa jahitan adalah dosa yang sangat berat. Semoga Tuhan menerangi hati nuranimu," lanjutnya.

Latar Belakang Pembangkangan

SSPX dikenal sebagai kelompok Katolik yang mempertahankan nilai-nilai tradisional dan konservatif, serta menolak gerakan reformasi gereja yang dipimpin Paus Leo XIV.

Kelompok ini menentang ajaran Konsili Vatikan Kedua pada 1960-an tentang kebebasan beragama, ekumenisme, dan reformasi ibadah Katolik.

>>> LeBron James Resmi Tinggalkan Los Angeles Lakers

Paus Leo XIV menghadapi tantangan terbesarnya selama setahun menjabat akibat pembangkangan SSPX.

Penahbisan uskup tanpa persetujuan Paus merupakan pelanggaran serius terhadap hukum gereja, karena persekutuan antara uskup dan Paus adalah landasan persatuan gereja.

Salah satu pastor yang akan ditahbiskan menjadi uskup pada Rabu (1/7) adalah Pastor Michael Goldade, kepala seminari SSPX di Dillwyn, Virginia.

SSPX paling banyak tersebar di Amerika Serikat dengan markas di Missouri. Kelompok ini didirikan pada 1970 di Swiss oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre.

>>> Indeks Manufaktur Indonesia Turun ke 46,9 per Juni 2026

Pada 1988, kelompok yang sama pernah menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Paus, yang menyebabkan ekskomunikasi mereka.