Seorang pelapor yang mengungkap kekerasan fisik terhadap balita di fasilitas penitipan anak di kampus Capgemini, Bengaluru, dipecat dari pekerjaannya.

Otoritas setempat mengonfirmasi pemecatan tersebut pada 2 Juli 2026.

>>> Spanyol Hadapi Austria di Laga Eliminasi Piala Dunia di Los Angeles

Investigasi polisi mengungkap bahwa seorang pengasuh bernama Sujata merekam insiden kekerasan menggunakan ponselnya saat menjalani masa pemberitahuan pengunduran diri.

Rekaman itu kemudian ia kirimkan kepada kerabatnya, yang selanjutnya meneruskannya ke petugas hotline anak.

Video tersebut memicu penyelidikan dan penangkapan lima pekerja daycare.

Otoritas juga tengah meninjau rekaman CCTV lama untuk memverifikasi apakah Sujata sendiri pernah mengancam dan mengunci seorang balita di dalam ruangan.

>>> Politisi Republik Kritik Wali Kota New York soal Imbauan Hemat Energi

Kekerasan Berlangsung Lama

Petugas Perlindungan Anak Distrik, Tilakesh Kumar, menyatakan bahwa fasilitas tersebut biasanya melayani 15 hingga 20 balita setiap hari dari total 50 hingga 60 anak yang terdaftar.

Menurutnya, penganiayaan telah berlangsung lama.

"Ini sudah terjadi sejak lama," ujar Kumar. Ia menambahkan bahwa upaya internal staf untuk melaporkan kesalahan kepada manajemen sebelumnya diabaikan oleh administrasi fasilitas.

"Sebelumnya, seseorang memberi tahu supervisor, tetapi tidak ada tindakan yang diambil," kata Kumar.

>>> Tim Penyelamat Evakuasi Pria Hidup dari Reruntuhan Gempa Venezuela Setelah Delapan Hari

Otoritas perlindungan anak sudah lama mencurigai adanya penganiayaan di daycare tersebut, tetapi belum memiliki bukti pasti hingga video ponsel muncul.