Suhu Laut Pecahkan Rekor, Ilmuwan Peringatkan 'Wilayah Tak Bertanda'
Suhu permukaan laut global mencapai rekor tertinggi pada Juni 2026, melampaui rekor yang tercatat pada 2023 dan 2024.
Data dari Copernicus Climate Change Service dan Copernicus Marine Service, yang berada di bawah program observasi Bumi Uni Eropa, mengonfirmasi temuan ini secara independen.
>>> Kekacauan di Xbox Berdampak pada IO Interactive dan Project Fantasy
Para ilmuwan menyebut perkembangan ini sebagai 'tingkat pemanasan yang belum pernah terjadi sebelumnya' yang merupakan gabungan dari perubahan iklim dan awal fenomena El Niño.
El Niño adalah pola iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut, yang dapat menyebabkan fluktuasi ekstrem, badai hebat, dan kekeringan.
Tahun ini, para ilmuwan memperingatkan kemungkinan terjadinya 'super El Niño', yang membuat musim panas menjadi sangat ekstrem di banyak wilayah.
Direktur Copernicus Climate Change Service, Carlo Buontempo, menyatakan bahwa dengan suhu laut setinggi ini dan El Niño di depan mata, kemungkinan akan ada lebih banyak rekor suhu yang terpecah dalam beberapa bulan mendatang.
Ia memperingatkan bahwa kita sedang menuju 'wilayah tak bertanda'.
Suhu rata-rata laut global pada Juni 2026 mencapai hampir 70 derajat Fahrenheit, memecahkan rekor sebelumnya.
>>> Pengembang Baldur's Gate 3 dan Silksong Kecewa Sony Hentikan Produksi Disk Fisik PlayStation
Selain dampak El Niño, peningkatan suhu ini menjadi tanda peringatan bahwa perubahan iklim akibat ulah manusia semakin nyata.
Bumi kehilangan kemampuannya untuk membuang panas karena lonjakan gas rumah kaca yang dipompa ke atmosfer.
Lautan menyerap 90 persen kelebihan panas yang dihasilkan oleh emisi tersebut, menjadikannya medan pertempuran utama dalam melawan perubahan iklim.
Namun, karena emisi yang sama, kesehatan laut menurun, mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida.
Berita ini muncul di tengah gelombang panas yang melanda Amerika Utara pekan ini, dengan suhu yang melonjak drastis.
>>> County dengan 37 Pusat Data Minta Sekolah Matikan Lampu Hemat Listrik
Ratusan juta orang akan terpapar panas berbahaya selama akhir pekan panjang 4 Juli, dan pejabat memperingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta tetap terhidrasi.
Update Terbaru
Sony Sebut AI sebagai Teknologi Fundamental yang Mendukung Strategi Perusahaan
Jumat / 03-07-2026, 02:43 WIB
Sony Sebut AI sebagai Teknologi Fundamental yang Mendukung Strategi Perusahaan
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
Panas Terik Landa Peserta US Senior Open di Scioto
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
EA Sports Buka Early Access College Football 27, Ini Fitur Barunya
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
Paramount Jadwalkan Finale Musim Pertama Dutton Ranch pada Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
Assassin's Creed Black Flag Resynced Hadirkan Fitur Menyelam Bebas dan Banyak Bangkai Kapal Baru
Jumat / 03-07-2026, 02:41 WIB
WNBA Skors Alyssa Thomas Satu Pertandingan Usai Hard Foul ke Caitlin Clark
Jumat / 03-07-2026, 02:41 WIB
Elena Rybakina Hadapi Caty McNally di Babak Kedua Wimbledon 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:41 WIB
Assassin's Creed Black Flag Resynced Hadirkan Fitur Menyelam Bebas dan Banyak Bangkai Kapal Baru
Jumat / 03-07-2026, 02:36 WIB
The Ramparts of Ice Season 2 Tayang Oktober 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:36 WIB
The Ramparts of Ice Season 2 Tayang Oktober 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:36 WIB
Showrunner Andrea Newman Tinggalkan Chicago Fire Setelah 14 Musim
Jumat / 03-07-2026, 02:35 WIB
Polisi Usut Kasus Kekerasan di Daycare Capgemini Bengaluru, Lima Pengasuh Jadi Tersangka
Jumat / 03-07-2026, 02:35 WIB
Whistleblower Dipecat Usai Bongkar Kekerasan Balita di Daycare Bengaluru
Jumat / 03-07-2026, 02:35 WIB






