Sony secara resmi menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) menjadi teknologi fundamental yang mendukung strategi perusahaan ke depan.

Pernyataan ini disampaikan dalam sesi tanya jawab yang diterjemahkan dari pertemuan games and network services baru-baru ini.

>>> Panas Terik Landa Peserta US Senior Open di Scioto

Hadir dalam pertemuan tersebut Presiden dan CEO Sony Hideaki Nishino, CEO studio bisnis Hermen Hulst, serta Senior Vice President Keuangan dan Pengembangan Perusahaan Lynn Azar.

Dalam presentasi pembukaan, Nishino mengatakan AI sudah membantu di berbagai bidang, seperti meningkatkan efisiensi pengembangan, memperkaya pengalaman pemain, dan memungkinkan kreator membangun konten yang lebih kaya.

Nishino menambahkan bahwa dengan basis pemain global, pustaka kekayaan intelektual yang dalam, dan ekosistem terintegrasi, AI menjadi peluang jangka panjang yang menarik bagi Sony.

Penggunaan AI dalam Pengembangan Game

Sony tidak secara spesifik menyebut generative AI, namun membahas bagaimana AI dapat digunakan dalam pengembangan game.

>>> EA Sports Buka Early Access College Football 27, Ini Fitur Barunya

Salah satu penerapannya adalah penggunaan aset sintetis, termasuk suara sintetis, sebagai placeholder awal dalam proses produksi.

Sony menekankan bahwa penggunaan aset sintetis ini lebih untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pengembangan, bukan semata-mata efisiensi biaya.

Perusahaan juga menyebut bahwa AI telah lama tertanam dalam proses pengembangan mereka, dan dampaknya semakin terlihat pada pengalaman dalam game yang lebih imersif.

Sony mengaku sedang bereksperimen dengan inisiatif berbasis AI yang lebih fundamental, namun tetap realistis mengenai efisiensi jangka pendek.

>>> Paramount Jadwalkan Finale Musim Pertama Dutton Ranch pada Juli 2026

Pendekatan ini, menurut Sony, memungkinkan mereka tetap berada di garis depan seiring evolusi AI, baik dalam proses pengembangan maupun dalam membentuk pengalaman pemain di masa depan.