Lumba-lumba Hidung Botol di Adriatik Ikuti Kapal Pukat karena Overfishing
Lumba-lumba hidung botol di Laut Adriatik kini semakin sering mengikuti kapal pukat untuk mencari sisa tangkapan.
Perilaku ini dipicu oleh overfishing yang parah sehingga mangsa alami mereka semakin sulit ditemukan.
>>> TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi Jenazah Pilot AS Korban KKB
Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Frontiers dan dilaporkan oleh The Guardian.
Para peneliti memantau kapal pukat di lepas pantai Adriatik selama 148 hari dan melakukan 859 inspeksi di dua wilayah berbeda.
Hasilnya menunjukkan bahwa ketergantungan lumba-lumba terhadap kapal pukat melonjak drastis dibandingkan dekade sebelumnya. Perilaku ini bahkan diwariskan secara budaya dari induk ke anak.
Pada 1990-an, hanya 10% kapal pukat Adriatik yang diikuti lumba-lumba. Kini, di satu area tertentu, hingga 76% kapal penangkap ikan diburu oleh mamalia laut tersebut.
Giovanni Bearzi, penulis utama studi dan presiden Dolphin Biology and Conservation di Italia, mengatakan bahwa cara termudah menemukan lumba-lumba hidung botol saat ini adalah dengan mencari kapal pukat.
Studi mencatat bahwa tekanan penangkapan ikan di Mediterania dua kali lipat dari batas yang dianggap berkelanjutan oleh FAO.
Hal ini memaksa hewan mencari makan di dekat aktivitas manusia.
Bearzi menjelaskan bahwa lumba-lumba juga memakan sisa tangkapan dan organisme yang tidak diinginkan. Mereka mengikuti kapal pukat karena mangsa alami sangat sulit ditemukan akibat overfishing.
Tim peneliti menekankan bahwa meskipun lumba-lumba adalah pemakan oportunistik, perubahan perilaku ini membuat mereka terpapar bahaya antropogenik seperti cedera fisik dan polusi suara kronis.
Dr. Randall Reeves, salah satu penulis studi dan ketua Komite Penasihat Ilmiah di Komisi Mamalia Laut AS, mengatakan bahwa lumba-lumba hidung botol kadang terluka atau terbunuh oleh alat tangkap pukat.
Update Terbaru
Tiffany Ungkap Respons Tak Terduga Byun Yo Han soal HyoRiSoo
Jumat / 03-07-2026, 12:50 WIB
Manga Defying Kurosaki-kun Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action Baru
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Mariners Sapu Bersih Angels Berkat Dominasi Bryce Miller
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Badai Petir dan Gelombang Panas Ancam Perayaan 4 Juli di Chicago
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Olivia Wilde Sutradarai Edward Norton dalam Film Komedi The Invite
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Swiss Sikat Aljazair 2-0, Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB






