Ilmuwan Ungkap Penyebab Kematian Massal Lumba-lumba di Inggris
Populasi lumba-lumba di sepanjang pesisir Inggris mengalami penurunan drastis selama beberapa dekade terakhir. Para ilmuwan memastikan bahwa ini bukan migrasi, melainkan kematian massal.
Peneliti dari Zoological Society of London berhasil mengungkap hubungan langsung antara tekanan lingkungan dan penyebaran penyakit cepat pada cetacea di perairan Inggris.
>>> Cara dan Syarat Mengajukan Pinjaman di Aplikasi DANA
Dua faktor utama yang disorot adalah polutan kimia di air dan peningkatan suhu laut.
Polusi dan Pemanasan Air: Ancaman Ganda
Polutan dalam jumlah besar telah terakumulasi selama bertahun-tahun di sepanjang pesisir negara industri, termasuk Inggris.
Salah satu yang paling berbahaya adalah polychlorinated biphenyls (PCB), bahan kimia beracun yang dilarang di Eropa sejak 1987.
PCB sulit terurai di air kecuali pada suhu di atas 1.000 °C, sehingga residunya tetap bertahan.
Polutan ini masuk ke tubuh hewan laut, merusak sistem kekebalan, dan mengganggu kemampuan reproduksi.
>>> 5 Aplikasi Nonton Drama Pendek yang Bisa Hasilkan Saldo DANA
Kondisi diperparah oleh kenaikan suhu laut yang terus-menerus. Air yang lebih hangat memusnahkan spesies mangsa utama lumba-lumba dan meningkatkan penyebaran penyakit.
Beberapa spesies cetacea terkena dampak lebih parah, terutama lumba-lumba paruh pendek (short-beaked common dolphin). Peneliti memeriksa 836 bangkai lumba-lumba yang dikumpulkan antara 1990 dan 2020.
Setiap kenaikan suhu permukaan laut sebesar satu derajat Celsius meningkatkan angka kematian lumba-lumba hingga 14%. Semakin tinggi kadar PCB di air, semakin tinggi pula jumlah kematian.
Para ilmuwan menduga penyebab yang sama juga memengaruhi spesies laut lainnya, meskipun masih perlu diteliti lebih lanjut.
>>> Cara Mendapatkan 2 Bantuan Sosial Sekaligus bagi Pemilik Kartu KKS Baru di Juni 2026
Meskipun PCB telah dilarang selama puluhan tahun, residunya yang tidak larut terus menimbulkan kerusakan di lautan.
Update Terbaru
The Husband Tayang Mulai 4 Juli 2026, Simak Sinopsis, Jadwal Episode, dan Fakta Menariknya
Jumat / 03-07-2026, 14:02 WIB
Perusahaan China GCL ET Pasok Listrik Hijau dan Kelola Sampah Jakarta
Jumat / 03-07-2026, 14:01 WIB
Love in Sync Tayang Mulai 4 Juli 2026, Ini Sinopsis, Fakta Menarik, dan Jadwal Episode
Jumat / 03-07-2026, 13:54 WIB
Apakah Serial Elle (2026) Bakal Lanjut Season 2?
Jumat / 03-07-2026, 13:53 WIB
Series Elle Episode 1-8 END Sub Indo: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Cara Nonton Resmi
Jumat / 03-07-2026, 13:51 WIB
Fan Bingbing Viral Usai Aksi Terpuji di Bangkok, Peluk Penerjemah yang Gugup
Jumat / 03-07-2026, 13:50 WIB
Eleceed TV Anime Umumkan Pemeran Utama dalam Video Promo Pertama
Jumat / 03-07-2026, 13:50 WIB
Ink Pop Lisensi Manga My Neighbor Yokai Karya noho
Jumat / 03-07-2026, 13:50 WIB
Swiss Bungkam Aljazair 2-0, Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 13:50 WIB
Wabah Norovirus Serang Penumpang Kapal Pesiar di Alaska
Jumat / 03-07-2026, 13:49 WIB
Amerika Serikat Rayakan 250 Tahun Deklarasi Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 13:49 WIB
Australia Incar Kemenangan Perdana di Fase Gugur Piala Dunia Lawan Mesir
Jumat / 03-07-2026, 13:49 WIB
Mookie Betts Dicoret dari Lineup karena Nyeri Pergelangan Tangan
Jumat / 03-07-2026, 13:49 WIB
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 4 Juli 2026 ada Sebening Cinta yang Bersandar di Posisi 5
Jumat / 03-07-2026, 13:49 WIB






