Amerika Serikat akan memperingati 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan pada 4 Juli 2026. Berbagai pameran global dan analisis sejarah menyoroti dampak abadi dokumen tersebut terhadap demokrasi modern.

Perayaan ini menampilkan pameran publik dari salinan Dunlop broadside yang langka.

>>> Australia Incar Kemenangan Perdana di Fase Gugur Piala Dunia Lawan Mesir

Salinan pertama dokumen yang dicetak pada Juli 1776 itu akan dipajang di beberapa negara bagian, termasuk Texas dan Maine.

Reaksi publik saat distribusi awal pada 1776 sangat antusias.

Surat kabar dari era itu melaporkan bahwa masyarakat di Boston menerima deklarasi tersebut "dengan sukacita besar" untuk menandai pemisahan bersejarah.

Sentimen revolusioner juga terlihat di Baltimore, di mana warga menyambut berita itu "dengan kepuasan mendalam" saat teks menyebar melalui alun-alun umum.

Setelah Jenderal George Washington memerintahkan teks dibacakan kepada pasukannya di Fort Ticonderoga, sebuah surat kabar melaporkan bahwa para prajurit merasakan identitas nasional yang baru.

"Sekarang kita adalah suatu bangsa! Kita memiliki nama di antara negara-negara di dunia ini," demikian pernyataan dalam laporan sejarah.

Dampak Global Deklarasi

Matthew Spalding, profesor pemerintahan konstitusional di Hillsdale College, menjelaskan realisasi mendalam di kalangan pasukan revolusioner saat teks beredar.

"Deklarasi benar-benar menjadi titik acuan ini," katanya.

Ia mencatat bahwa dokumen tersebut membantu memperjelas sifat konflik geopolitik bagi para peserta. "Mereka memahami apa yang mereka perjuangkan," tambah Spalding.

>>> Mookie Betts Dicoret dari Lineup karena Nyeri Pergelangan Tangan

Kekuatan Eropa juga menyadari pentingnya teks ketika salinan cetak tiba di luar negeri.

"Orang-orang Amerika ini, mereka benar-benar menganggap serius apa yang mereka lakukan," ujar Spalding mengenai penerimaan Eropa.