Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan mengadakan putaran pembicaraan langsung berikutnya di Doha, Qatar pada Juli ini.

Sumber-sumber di Pakistan, negara yang menjadi mediator, mengatakan negosiasi kemungkinan digelar pada minggu ketiga bulan Juli. Langkah ini untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.

>>> Kolonel Budi Diduga Terlibat Korupsi MBG, TNI Hormati Proses Hukum

Para sumber juga menjelaskan pembicaraan akan fokus pada situasi yang berkembang di Lebanon dan Selat Hormuz.

"Para mediator Pakistan dan Qatar terus berhubungan dengan kedua belah pihak untuk melanjutkan pembicaraan langsung guna menyelesaikan semua masalah yang tertunda," kata salah satu sumber, dikutip Anadolu Agency, Jumat (3/7).

Sumber itu mengatakan AS siap kembali berdialog dan Iran sudah menyampaikan respons yang positif. "Iran telah mengisyaratkan akan melanjutkan pembicaraan setelah pemakaman Ali Khamenei," kata dia.

Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyatakan AS-Iran sepakat melanjutkan diskusi dalam waktu dekat, dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah pemakaman Khamenei.

AS dan Iran tercatat sudah beberapa kali menggelar negosiasi setelah menandatangani MoU pada awal Juni.

>>> Jenderal Polisi Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Food Tray Program MBG

Pada Kamis, para mediator Pakistan dan Qatar mengadakan pertemuan terpisah dengan negosiator AS dan Iran di Doha, yang menghasilkan kemajuan positif.

Dalam pembicaraan tak langsung itu, pihak Iran mengatakan kepada mediator bahwa Teheran tidak akan sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz sampai semua poin "terpenting" dari MoU terpenuhi.

Poin yang dianggap krusial bagi Iran yaitu gencatan senjata di semua front dan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.

Pihak Iran juga mengatakan tidak akan mengadakan pembicaraan apa pun soal nuklir sampai masalah yang terkait dengan Lebanon dan pembekuan aset selesai "sepenuhnya".

>>> PLN Pastikan Tak Ada Lagi Mati Lampu Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni

Menurut pihak Iran, kedua masalah tersebut harus benar-benar tuntas sebelum pembicaraan nuklir dimulai.