Pertemuan tidak langsung antara negosiator Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar, telah mencapai kemajuan positif terkait isu-isu yang berhubungan dengan Nota Kesepahaman Islamabad, demikian diumumkan pejabat Qatar pada Rabu, 1 Juli 2026.

Terobosan diplomatik ini terjadi saat pembicaraan teknis tingkat rendah terus berlangsung melalui mediator Qatar dan Pakistan, menyusul pertemuan tingkat tinggi sebelumnya di Swiss.

>>> Folarin Balogun Ungkap Alasan Pilih Timnas AS daripada Inggris

Kedua negara sepakat untuk mempertahankan dialog, dengan sesi berikutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan optimisme terhadap jalur diplomatik saat ini dalam pidatonya di hadapan personel militer di Virginia pada Rabu.

"Masih sangat awal, tetapi pembicaraan berjalan dengan baik," kata Vance.

"Saat ini, negosiator teknis sedang duduk bersama Iran, Qatar, dan pihak lain di Doha, membicarakan beberapa detail," tambahnya.

"Kami khawatir tentang masalah nuklir, kami akan mulai membicarakannya, jadi saat ini pembicaraan berjalan dengan baik," ujar Vance.

Ketegangan Regional dan Insiden Maritim

Kemajuan di Doha bertepatan dengan gesekan militer dan maritim regional yang parah.

Data MarineTraffic menunjukkan hanya 35 kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dalam waktu 24 jam, penurunan signifikan dari rata-rata harian sebelum perang sekitar 110 kapal.

>>> Timnas AS Hadapi Bosnia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Eskalasi keamanan terjadi pada Rabu ketika helikopter MH-60S Sea Hawk yang ditugaskan di USS George H.W. Bush melakukan pendaratan darurat di Laut Arab.

Angkatan Laut AS meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan aktif untuk satu awak yang hilang, meskipun Komando Pusat menyatakan tidak ada tanda-tanda aksi permusuhan.