AS Klaim Tekanan Ekonomi Bikin Minyak Iran Tak Laku di Pasar Global
Amerika Serikat (AS) mengklaim tekanan ekonomi yang diterapkan telah berdampak besar pada industri minyak Iran.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan para pembeli masih khawatir terhadap potensi sanksi yang dapat diberlakukan sewaktu-waktu.
>>> Xiaomi Luncurkan Wireless Mouse 4 Pro dengan Gulir Dinamis dan Klik Hening
"Sejauh ini mereka belum dapat menjual minyak mereka, karena para pembeli sedikit was-was, apakah minyak tersebut akan dikenai sanksi lagi," kata Bessent, dikutip Kamis (2/7).
Akibat situasi tersebut, Iran kesulitan mengekspor minyak karena mengalami tekanan di pasar internasional. Bahkan Bessent mengatakan bahwa hanya ada satu negara yang membeli minyak dari Iran, yaitu China.
Tekanan Buka Peluang Diplomasi
Amerika Serikat memandang kondisi itu sebagai momentum penting dalam proses diplomasi. Menurut Bessent, tekanan terhadap sektor minyak justru membuka peluang tercapainya penyelesaian melalui jalur perundingan dengan Iran.
"Inilah alasan bagi mereka untuk benar-benar menerima negosiasi ini," kata Bessent.
Pemerintah AS telah mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan direncanakan berlangsung di Doha, Qatar.
Langkah tersebut diharapkan menjadi kelanjutan dari proses diplomatik yang tengah berlangsung di tengah tekanan ekonomi terhadap Iran.
>>> Pabrik Pasangkan Kamera pada Pekerja untuk Latih Robot Pengganti
Sementara itu, pemerintah setempat juga menaruh perhatian terhadap perkembangan harga minyak dunia yang mengalami penurunan setelah adanya perkembangan hubungan kedua negara.
Menurut Bessent, penurunan harga minyak mentah seharusnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui harga bensin yang lebih murah di stasiun pengisian bahan bakar.
"Mereka mungkin telah meraup keuntungan rekor dari penjualan eceran bensin, kini saatnya mereka berbuat sesuatu bagi rakyat dari Amerika," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha agar penurunan harga minyak global benar-benar diteruskan kepada konsumen.
"Saya mendorong mereka untuk bertindak sebagai pihak yang bertanggung jawab, terutama di tahun peringatan ke-250 kemerdekaan negara ini.
>>> Investor SpaceX Kembali Alami Hari yang Berat
Karena kami sedang mengawasi," kata Bessent.
Update Terbaru
11 Antagonis Anime yang Diinginkan Fans untuk Berpihak
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Naruto Akan Tampil dalam Pertunjukan Ninja Tanpa Dialog di Teater Bersejarah Kyoto pada 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Obat Asma Umum Berpotensi Bantu Lawan Kanker, Studi Terbaru Ungkap
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Rekomendasi Sunscreen yang Memutihkan Wajah, dari Wardah hingga Anessa
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Parfum Murah di Indomaret untuk Hijabers, Wangi Segar Tahan Lama
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha Tambang yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Purbaya Minta Dirjen Anggaran Baru Bentuk Tim Awasi Belanja Negara
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Iran Peringatkan Israel: Ancaman terhadap Khamenei Akan Dibalas Tindakan Tegas
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Said Iqbal Minta Danantara Dorong Himbara Beri Modal Rp400 M ke PT Pakerin
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Projo Sebut Ada Kelompok Gelisah dengan Blusukan Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB






