Projo Sebut Ada Kelompok Gelisah dengan Blusukan Jokowi di Lampung
Relawan Pro Jokowi (Projo) menilai ada pihak-pihak tertentu yang merasa gelisah setelah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali aktif blusukan ke masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menanggapi berbagai spekulasi yang muncul usai Jokowi menghadiri sejumlah agenda di Lampung.
>>> CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Menurut Freddy, kebiasaan Jokowi berinteraksi langsung dengan masyarakat sudah berlangsung sejak ia masih menjabat wali kota hingga menjadi presiden.
"Kami melihat justru ada kegelisahan sebagian pihak.
Bahwa setiap kali dia turun ke masyarakat, padahal itu sudah kebiasaannya sejak dulu, blusukan-nya itu," ujar Freddy, dikutip Kamis (2/7).
Freddy juga menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang terlalu cepat mengaitkan agenda politik tertentu dengan setiap aktivitas Jokowi.
"Kalau setiap langkah beliau selalu dicari makna politiknya, mungkin ini bukan karena dia sedang mengirim pesan, tapi karena ada pihak yang terlalu sibuk membaca sinyal," ungkapnya.
Kunjungan Jokowi ke Lampung disebutnya hanya untuk memenuhi undangan resmi, mulai dari masyarakat, tokoh adat, pelaku usaha lokal, relawan, hingga agenda bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
>>> Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Freddy meminta publik tidak memaknai seluruh rangkaian kegiatan mantan presiden dengan kacamata kompetisi politik sempit.
Menurutnya, simbol kebudayaan dan penghormatan adat sebaiknya dipahami dalam konteks budaya, bukan dijadikan bahan spekulasi politik.
"Sudah terlalu jauh ya kalau simbol-simbol adat dibaca dengan kacamata kompetisi politik, kompetisi politik sempit bahkan," tegasnya.
Sebelumnya, Jokowi menerima gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi di Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Salah satu momen yang banyak dibicarakan publik adalah ketika Jokowi menjalani ritual adat dengan menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau.
>>> Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Di tengah ramainya tafsir politik, relawan menilai sorotan berlebihan terhadap setiap langkah mantan presiden justru menunjukkan bahwa pengaruh dan perhatian publik terhadapnya masih sangat besar.
Update Terbaru
Babak I Piala Dunia: Habib Diarra Antar Senegal Unggul 1-0 atas Belgia
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Ismael Saibari Resmi Gabung Bayern Munchen Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Anime Casino Games: Ketika Slot Reels Bertemu Energi Manga
Kamis / 02-07-2026, 04:21 WIB
Kopi Kenangan Rilis Laporan ESG 2025, Fokus pada Keberlanjutan dan Pemberdayaan Petani
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Dari Jual Sembako hingga Tarik Tunai, Cara Baru UMKM Menambah Penghasilan
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
5 Rekomendasi Sleeping Mask Lokal, Wajah Lembap dan Cerah Saat Bangun Tidur
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Balas Dendam Politik
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Projo Minta Publik Tak Bawa-bawa Politik dalam Gelar Adat Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3 – 5 Juli 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:00 WIB
AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Kamis / 02-07-2026, 03:40 WIB
Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB






