Seorang CEO anonim dilaporkan sangat frustrasi dengan email hasil AI yang membanjiri kotak masuknya.

Ia pun mengancam akan memecat karyawan berikutnya yang mengirim pesan langsung dari ChatGPT tanpa diedit.

>>> Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita

Kisah ini diungkap oleh konsultan AI dan komentator teknologi Joe Procopio dalam tulisannya di Inc. Procopio mencatat bahwa semakin banyak perusahaan yang mulai membatasi penggunaan AI karena berbagai alasan, mulai dari keamanan digital hingga penghematan biaya.

Selain CEO anonim tersebut, Procopio juga mendengar adanya pimpinan perusahaan teknologi lain yang melarang total penggunaan AI di perusahaannya.

Ini merupakan kasus pertama yang ia temui.

>>> Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'

Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya biaya penggunaan AI bagi perusahaan. Penyedia layanan AI sendiri menghadapi kendala pusat data, energi, dan tenaga kerja.

Procopio menekankan bahwa jika AI memberikan nilai sepadan, mungkin situasinya berbeda.

>>> HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart

Namun secara umum, perusahaan justru merugi: AI tidak hanya menguras uang, tetapi juga memenuhi kotak masuk dengan konten berkualitas rendah.