CEO Honda Minta Maaf Usai Catat Rugi Pertama dalam 70 Tahun
CEO Honda Toshihiro Mibe menyampaikan permintaan maaf kepada pemegang saham atas kerugian bersih tahunan pertama yang dialami perusahaan dalam hampir 70 tahun terakhir.
Honda mencatat rugi bersih sebesar 423,94 miliar yen atau sekitar Rp46,2 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
>>> Eustaquio Beri Peringatan Keras ke Calon Lawan Usai Bawa Kanada ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Kerugian ini dipicu oleh beban restrukturisasi bisnis mobil listrik yang mencapai lebih dari US$9 miliar, ditambah tekanan persaingan dari produsen China.
Permintaan Maaf di Rapat Pemegang Saham
"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada para pemegang saham atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan besar yang ditimbulkan oleh rugi bersih ini," kata Mibe dalam rapat pemegang saham tahunan di Tokyo, Jumat (26/6).
Kerugian terbesar berasal dari perombakan bisnis mobil listrik.
Di tengah pemangkasan subsidi kendaraan listrik di Amerika Serikat, pangsa pasar mobil listrik Honda di sana jauh di bawah perkiraan.
Honda kemudian memutuskan untuk mencatat kerugian terkait EV dan menghentikan pengembangan tiga model mobil listrik untuk produksi di Amerika Utara seiring melambatnya permintaan.
Mibe mengatakan jika penjualan model-model itu tetap dilanjutkan, bisnis otomotif akan terus merugi setidaknya lima hingga tujuh tahun ke depan.
Tekanan untuk Mundur
Mibe menghadapi tekanan dari internal perusahaan dalam beberapa bulan terakhir. Mantan CEO Honda Nobuhiko Kawamoto disebut mendatangi kantor pusat pada April untuk mendesaknya mundur.
>>> Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang, Portugal vs Kroasia
Para mantan petinggi mengkritik Mibe karena dianggap mengabaikan pasar China dan gagal dalam strategi EV, yang membuat Honda bergantung pada divisi sepeda motor yang menguntungkan.
Update Terbaru
MA AS Tolak Perintah Trump Akhiri Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Rabu / 01-07-2026, 09:36 WIB
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun soal KLB dan Wabah di UU Kesehatan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Haaland Jadi Kunci Kemenangan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Celine Evangelista Ajari Putrinya Salat, Warganet Soroti Status Mualaf Sang Anak
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
4 Zodiak Paling Beruntung pada 1 Juli 2026, Hoki Menanti di Awal Bulan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Perempuan Disabilitas Berdaya: Karya dari Daerah Tembus Panggung Jakarta
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Aturan Minum Magnesium yang Benar agar Tak Mudah Stres dan Tidur Nyenyak di Usia 30-an
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB






