Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghasilkan lebih dari US$1 miliar dari usaha mata uang kripto sepanjang 2025.
Hal itu terungkap dalam laporan pengungkapan keuangan tahunan yang dirilis oleh Kantor Etika Pemerintah AS pada Selasa (15/4).
>>> Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Dokumen setebal 927 halaman itu menunjukkan aliran pendapatan besar dari aset digital, transaksi saham, dan perjanjian lisensi selama tahun pertama masa jabatan presiden keduanya yang tidak berturut-turut.
Laporan tersebut mencatat Trump memperoleh royalti sebesar US$635 juta dari "Celebration Coins," sebuah perusahaan memecoin yang terhubung dengan CIC Digital LLC.
Selain itu, ia juga mendapatkan lebih dari US$580 juta dari perusahaan kripto yang terkait dengan keluarganya, World Liberty Financial.
Pendapatan World Liberty Financial terdiri dari US$515 juta dari penjualan token, US$65 juta dari penjualan ekuitas di perusahaan induknya, dan lebih dari US$290 juta yang diklasifikasikan sebagai pendapatan dompet.
Transparansi atau Konflik Kepentingan?
Perusahaan Trump membela dokumentasi yang ekstensif itu sebagai tonggak akuntabilitas eksekutif.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan laporan tersebut merupakan salah satu yang paling komprehensif yang pernah diajukan dan menunjukkan tingkat transparansi keuangan yang tak tertandingi dalam sejarah kepresidenan.
Namun, para kritikus menunjukkan bahwa kepentingan keuangan Trump sangat terkait dengan pengawasan federal.
Hal ini terutama penting karena World Liberty Financial sedang mengajukan piagam bank perwalian nasional dari Kantor Pengawas Mata Uang.
Seorang perwakilan Gedung Putih menegaskan bahwa baik presiden maupun keluarganya tidak pernah terlibat dalam konflik kepentingan.
>>> Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Pemerintahan Trump juga menyoroti bahwa kebijakan presiden bertujuan mendorong kemajuan teknologi nasional melalui kerangka legislatif seperti GENIUS Act.
Update Terbaru
Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
James Kennedy dari 'Vanderpump Rules' Bertunangan dengan Jordan Meyers
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mahfud MD: Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Sudah Saya Duga
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mbappe Samai Messi, Prancis Melesat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir, KNVB Tempuh Jalur Hukum Lawan Rasisme
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Amerika Enggan Cairkan Dana Beku Iran US$6 Miliar, Sebut Tak Sesuai Perjanjian
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp13 Miliar Akibat Serangan Anjing
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Jadwal Baru Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Hydration Break Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Prabowo Sematkan Tanda Kehormatan Samkaryanugara ke 2 Satker dan 10 Polda
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Pernikahan Taylor Swift di MSG: Biaya Polisi Capai Rp2,5 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Piala Dunia 2026 Buktikan Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Buruh Tolak Kemasan Rokok Polos: Bukan Solusi Tapi Masalah Baru
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
KPK Sita Aset Ketum Pemuda Pancasila Japto Terkait Kasus Rita
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB






