Pertikaian hukum seputar Subnautica 2 akhirnya berakhir. Penerbit Krafton sepakat membayar bonus yang jauh lebih besar kepada para pengembang di Unknown Worlds.

Kesepakatan ini dicapai setelah gugatan antara Krafton dan mantan CEO Ted Gill serta dua pendiri lainnya, Charlie Cleveland dan Max McGuire, diselesaikan di luar pengadilan.

>>> Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik

Gill mengonfirmasi bahwa seluruh tim Subnautica 2 akan menerima kompensasi yang "jauh lebih besar" dari ketentuan awal saat akuisisi oleh Krafton pada 2021.

Bonus ini juga akan diberikan kepada semua karyawan studio, bukan hanya pendiri dan pengembang lama.

Sengketa ini bermula dari target pendapatan senilai 250 juta dolar AS yang harus dicapai Unknown Worlds dalam batas waktu tertentu.

Jika berhasil, Krafton akan memberikan bonus besar.

Subnautica 2 sukses besar dengan penjualan lebih dari empat juta kopi pada minggu pertama peluncuran early access di Steam.

>>> Drama Spesial Live-Action Tezuka Osamu no Sensō Rilis Trailer, Tambah Pemeran, Tayang 12 Agustus

Kesuksesan ini membuat target pendapatan tampak mudah tercapai.

Namun, para pendiri yang dipecat menuduh Krafton sengaja menyabotase peluncuran Subnautica 2 untuk menghindari pembayaran bonus.

Seorang hakim sebelumnya mengungkapkan bahwa CEO Krafton Changhan Kim berkali-kali bertanya pada ChatGPT cara menghindari bonus tersebut.

Meski demikian, Ted Gill tetap meninggalkan Unknown Worlds. "Kami sepakat untuk berpisah," ujarnya.

>>> Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Hilang

"Kepemimpinan baru adalah cara terbaik bagi studio untuk melangkah maju." CEO baru yang tidak terafiliasi dengan pengembang atau penerbit akan segera ditunjuk.