Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan pesawat kepresidenan baru Air Force One di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, akhir pekan lalu.

Pesawat tersebut merupakan jet jumbo bekas milik Qatar yang telah dikonversi menjadi pesawat kepresidenan resmi AS.

>>> Pusat Riset Baru di Singapura Percepat Inovasi AI dan Komputasi pada 2026

Trump menyebut pesawat ini telah diubah menjadi "Gedung Putih terbang" dengan tingkat kemewahan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Pesawat baru ini meninggalkan warna biru telur robin era Kennedy dan mengadopsi tampilan yang lebih berani. Bagian bawah pesawat dicat biru laut dengan garis merah di atasnya.

Di sisi kiri tempat presiden naik, terdapat segel kepresidenan, sementara di ekor pesawat terpampang bendera Amerika berukuran besar.

Trump mengonfirmasi akan menggunakan jet baru ini ke KTT NATO di Ankara, Turki, bulan depan.

Ia juga mengindikasikan akan kembali ke China "pada suatu saat," kemungkinan merujuk pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik yang digelar China pada November.

Kepulangannya dari KTT Kelompok Tujuh di Prancis pekan ini menjadi perjalanan terakhir yang direncanakan dengan Air Force One lama.

Trump menambahkan bahwa Air Force One baru akan melakukan flyover saat perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli mendatang.

>>> Insiden Barstool Taylor Frankie Paul Kembali Muncul dalam Perebutan Hak Asuh

Hadiah dari Qatar ini berfungsi sebagai pesawat "jembatan" untuk membawa presiden hingga pesanan baru dari Boeing tiba, yang saat ini dijadwalkan pada 2028.

Pemerintahan Trump secara resmi menerima jet Boeing 747 mewah dari Qatar tahun lalu, meskipun ada pertanyaan tentang etika dan legalitas menerima hadiah mahal dari pemerintah asing.