Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Qatar telah mengeluarkan dana yang sangat besar untuk memberikan hadiah berupa pesawat jet mewah.
Pesawat tersebut kini digunakan sebagai Air Force One.
>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3 – 5 Juli 2026
Menurut Trump, nilai investasi yang dikeluarkan sekutunya itu membuat pemerintah AS tidak perlu menghabiskan anggaran lebih besar untuk membangun pesawat dengan spesifikasi serupa.
"Terus terang, kami tidak bisa membangun pesawat seperti ini karena kami tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu.
Mereka mengeluarkan uang yang sangat banyak," kata Trump, dikutip Kamis (2/7).
Trump menjelaskan bahwa pesawat tersebut dirancang khusus dengan sistem keamanan dan teknologi yang dibutuhkan seorang presiden AS. "Mereka baru saja menyelesaikannya.
Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden, itu berarti keamanan dan semua fitur tambahan yang mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tetapi itu benar-benar sesuatu yang luar biasa," ujarnya.
Ia juga mengaku puas setelah menjalani penerbangan pertama menggunakan jet tersebut. "Sejujurnya, saya senang dengan penerbangan pertama ini.
>>> AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini," kata Trump.
Hadiah Kenegaraan yang Kontroversial
Jet tersebut merupakan hadiah kenegaraan dari Pemerintah Qatar pada 2025. Setelah diterima, pesawat menjalani proses modifikasi dan pengujian agar memenuhi standar operasional kepresidenan AS.
Namun, keputusan menerima hadiah itu sempat menuai kritik. Para pengkritik mempertanyakan aspek etika, konstitusi, serta keamanan penggunaan pesawat bernilai ratusan juta dolar dari negara asing.
Trump membantah adanya ketidakpantasan. Menurutnya, biaya penyesuaian yang dikeluarkan pemerintah masih jauh lebih rendah dibandingkan membangun pesawat baru dari awal.
Ke depan, pesawat hadiah tersebut hanya akan digunakan sebagai armada sementara.
>>> Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Pemerintah AS masih menunggu pengiriman dua pesawat kepresidenan baru yang diproduksi secara lokal setelah proyek tersebut mengalami penundaan dan pembengkakan biaya.
Update Terbaru
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Picu Perdebatan soal AC
Kamis / 02-07-2026, 05:31 WIB
Bay Area Gelar Laga Knockout Bersejarah Timnas AS di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 05:30 WIB
Belgium Waspadai Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 05:30 WIB
Utah Mammoth Dapatkan Vincent Trocheck dari New York Rangers
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Friv Rekomendasikan Game Edukasi Terbaik untuk Melatih Kreativitas Anak
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Candy Crush Saga 2026: Tips, Trik, dan Cara Dapat Gold Bar Gratis
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Pakar ITS Ungkap Tantangan Teknis Penerapan Biodiesel B50 di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Malik Beasley Ajukan Plea Not Guilty dalam Kasus Judi NBA
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Video Perlihatkan Momen Donald Trump dan Dana White Bersiap di Oval Office untuk UFC
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Lonzo Ball Bantah Klaim LaVar Soal Kepergian Tina
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Taylor Swift Sewa Perusahaan Pembuat Set Film untuk Pernikahan di MSG
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Tamu Undangan Taylor Swift Bocorkan Detail Pernikahan: Resepsi di MSG, Upacara di Tempat Lain
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Pelepasan Kawasan Hutan Bupati Kuansing
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Kia Cetak Rekor Penjualan Juni dan Semester Pertama Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kamis / 02-07-2026, 05:22 WIB






