Saham SpaceX kembali terpuruk pada perdagangan Rabu, turun lebih dari tujuh persen ke level di bawah $160. Posisi ini mendekati harga IPO perusahaan sebesar $150.

Penurunan ini membuat saham SpaceX hampir 30 persen lebih rendah dari rekor tertingginya yang sempat menembus $225. Volatilitas tinggi terjadi setelah IPO dramatis beberapa pekan lalu.

>>> Kim Tae Ri Pertimbangkan Tawaran Drama Baru Sister, I Am the Queen in This Life

Kapitalisasi pasar SpaceX yang mencapai lebih dari $2 triliun dinilai terlalu tinggi oleh banyak analis. Perusahaan masih membakar miliaran dolar kas tanpa jalur profitabilitas yang jelas.

Rasio harga terhadap penjualan SpaceX mencapai 115, menunjukkan valuasi yang sangat mahal.

Investor bertaruh pada visi Elon Musk tentang pusat data AI orbital dan koloni di Bulan serta Mars.

Namun, target ambisius itu bisa memakan waktu puluhan tahun untuk terwujud. Ketidakpastian ini membuat banyak investor ragu.

Analis Wedbush Dan Ives tetap optimis dengan target harga $190. Ia menyebut SpaceX sebagai aset paling terdiferensiasi di pasar teknologi dengan tiga pasar inti yang kuat.

>>> Replay Juli Bertema Assassin's Creed: Kirim Klip Terbaikmu untuk Menang Voucher Amazon

Ives menekankan bahwa masa depan SpaceX bergantung pada Starship. Roket raksasa yang masih dalam pengembangan itu dinilai sebagai sumber nilai sekaligus risiko terbesar.

Starship sendiri belum pernah berhasil mencapai luar angkasa dan kembali utuh.

Padahal NASA sangat bergantung pada roket ini untuk misi pendaratan astronot di Bulan dalam dua tahun ke depan.

Faktor lain yang memicu volatilitas adalah hanya sekitar lima persen saham yang tersedia di publik. Sebagian besar saham masih dipegang oleh orang dalam dan karyawan.

>>> Sadie Sink Baru Terima Naskah Spider-Man: Brand New Day Setelah Tiba di London

Nasdaq telah mengumumkan bahwa SpaceX akan masuk dalam indeks Nasdaq-100 pada 7 Juli. Langkah ini diperkirakan akan menambah gejolak harga saham.