Obat Asma Umum Berpotensi Bantu Lawan Kanker, Studi Terbaru Ungkap
Imunoterapi telah merevolusi pengobatan kanker dalam beberapa tahun terakhir. Namun, beberapa kanker agresif seperti kanker payudara triple-negatif masih sulit diobati.
Sebuah studi baru yang diterbitkan di Nature Cancer mengungkapkan temuan mengejutkan. Obat asma yang sudah lama dikenal mungkin bisa membantu sistem imun melawan tumor.
>>> 5 Rekomendasi Sunscreen yang Memutihkan Wajah, dari Wardah hingga Anessa
Hubungan Tak Terduga antara Obat Asma dan Sel Pelawan Kanker
Peneliti dari Northwestern University di Amerika Serikat memfokuskan penelitian pada molekul bernama CysLTR1. Molekul ini dikenal berperan dalam asma dan reaksi alergi.
Menariknya, protein ini menjadi target dari montelukast, obat yang umum diresepkan untuk asma di AS dan seluruh dunia.
Para ilmuwan menemukan bahwa beberapa tumor memanfaatkan jalur biologis ini untuk menghindari sistem imun.
Alih-alih menyerang, sel imun justru tertipu dan membantu pertumbuhan kanker. Sel kanker ternyata mampu mengarahkan ulang sel darah putih yang disebut neutrofil.
Normalnya, neutrofil berperan penting melawan infeksi dan kanker. Namun dalam skenario ini, mereka justru membantu kanker tumbuh.
>>> 5 Parfum Murah di Indomaret untuk Hijabers, Wangi Segar Tahan Lama
Pada beberapa model hewan dengan kanker agresif—terutama kanker payudara, usus besar, ovarium, prostat, dan melanoma—memblokir CysLTR1 memperlambat pertumbuhan tumor dan meningkatkan kelangsungan hidup.
“Ketika kami menonaktifkan sakelar ini, baik secara genetik maupun dengan obat yang sudah ada, tidak hanya memperlambat pertumbuhan tumor, tetapi juga membantu sistem imun mendapatkan kembali kemampuannya melawan kanker,” jelas Dr. Bin Zhang, profesor imunologi kanker dan penulis utama studi.
Tentu saja, temuan ini masih terbatas pada model praklinis dan perlu dikonfirmasi pada manusia sebelum diterapkan dalam perawatan kanker.
Namun, potensi untuk memulai uji klinis lebih cepat sangat nyata karena obat ini sudah banyak digunakan dan dipahami dengan baik.
>>> Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha Tambang yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
Jika hasil ini dikonfirmasi, strategi ini bisa menawarkan opsi baru untuk kanker yang sulit diobati saat ini, sekaligus meningkatkan efektivitas beberapa imunoterapi yang ada.
Update Terbaru
Kopi Kenangan Rilis Laporan ESG 2025, Fokus pada Keberlanjutan dan Pemberdayaan Petani
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Dari Jual Sembako hingga Tarik Tunai, Cara Baru UMKM Menambah Penghasilan
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
5 Rekomendasi Sleeping Mask Lokal, Wajah Lembap dan Cerah Saat Bangun Tidur
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Balas Dendam Politik
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Projo Minta Publik Tak Bawa-bawa Politik dalam Gelar Adat Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3 – 5 Juli 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:00 WIB
AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Kamis / 02-07-2026, 03:40 WIB
Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Drama Spesial Live-Action Tezuka Osamu no Sensō Rilis Trailer, Tambah Pemeran, Tayang 12 Agustus
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Hilang
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Inggris Kalahkan DR Congo, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB






