BRIN Kembangkan Siklotron DECY-13 untuk Produksi Radioisotop Diagnosis Kanker
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat penguasaan teknologi akselerator melalui pengembangan DECY-13, siklotron berenergi 13 MeV yang dirancang untuk memproduksi radioisotop Fluor-18 (F-18).
Radioisotop ini merupakan bahan baku utama radiofarmaka yang digunakan dalam pemeriksaan kanker berbasis Positron Emission Tomography (PET).
>>> Update Chaos Cubed Minecraft Hadirkan Bioma dan Mob Baru
Ketua Tim Peneliti Pusat Riset Teknologi Akselerator (PRTA) BRIN, Emy Mulyani, mengatakan pengembangan DECY-13 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian Indonesia dalam penyediaan radioisotop medis sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
"Fluor-18 merupakan radioisotop yang sangat penting dalam diagnosis berbagai jenis kanker melalui teknologi PET scan.
Pengembangan DECY-13 menjadi langkah strategis BRIN dalam membangun kemampuan nasional untuk memproduksi radioisotop medis secara mandiri," ujar Emy.
Pengembangan siklotron ini tidak hanya berfokus pada pembangunan perangkat keras, tetapi juga mencakup riset mendalam mengenai desain magnet, sistem radiofrekuensi (RF), sumber ion, hingga dinamika berkas partikel.
Seluruh komponen tersebut dirancang agar mampu menghasilkan performa percepatan yang stabil dan optimal.
Tim peneliti berhasil merancang sistem magnet sektor empat kutub yang menghasilkan medan magnet isokronus untuk menjaga kestabilan lintasan partikel selama proses percepatan.
Selain itu, RF cavity yang dikembangkan mampu bekerja pada frekuensi resonansi 77,76 MHz dengan tegangan percepatan mencapai 40 kV.
Berdasarkan hasil simulasi, ion hidrogen negatif (H-) dapat dipercepat secara stabil hingga energi target 13 MeV dengan kenaikan energi sekitar 140–157 keV pada setiap putaran.
Performa tersebut didukung oleh optimasi medan listrik dan medan magnet yang menjaga sinkronisasi partikel sepanjang proses percepatan.
>>> Istri Mantan Bintang MLB Gorkys Hernandez Tewas dalam Gempa Venezuela
Update Terbaru
Meksiko Unggul 2-0 atas Ekuador di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Utuh
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Prabowo Puji 1.000 SPPG Polri: Dapur MBG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Mahfud MD Sebut Vonis Anak Buah Jadi Pintu Masuk Jerat Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Dugaan Keterlibatan Kader di Program MBG
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Soroti Peran Besar Polri di Ketahanan Pangan, Sebut Gudang Jagung hingga Desa Jadi Bukti Nyata
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB






