Saudi Aramco dan Sonatrach memangkas harga jual resmi liquefied petroleum gas (LPG) untuk Juli 2026. Langkah ini dipicu oleh melimpahnya pasokan di pasar global.

Menurut laporan trader pada 1 Juli 2026, Aramco menurunkan harga propana sebesar 24 persen menjadi 580 dolar AS per metrik ton.

>>> Folarin Balogun Pilih Timnas AS, Tinggalkan Inggris dan Nigeria

Harga butana juga turun 27 persen menjadi 600 dolar AS per ton.

Sonatrach, perusahaan migas milik Aljazair, memangkas harga patokan propana untuk pasar Mediterania dan Laut Hitam sebesar 57 dolar AS menjadi 518 dolar AS per ton.

Harga butana diturunkan 10 dolar AS menjadi 600 dolar AS per ton.

Dampak Kesepakatan AS-Iran

Koreksi harga ini terjadi setelah gangguan pasokan besar pada awal 2026, termasuk penutupan Selat Hormuz pada 28 Februari dan kerusakan teknis di terminal ekspor Juaymah Arab Saudi pada 23 Februari.

Nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran disebut-sebut memperbaiki proyeksi pasokan global.

>>> Fox Sports Pertahankan Alexi Lalas Meski Dikritik Saat Piala Dunia

Dampaknya sudah terasa di Filipina, dengan rencana penurunan harga LPG sebesar 12 peso per kilogram mulai 1 Juli.

Presiden Regasco, Arnel Ty, mengatakan bahwa penurunan harga kontrak dari Aramco mencapai sekitar 200 dolar AS per metrik ton.

Hal ini membalikkan lonjakan harga tajam akibat konflik geopolitik pada 28 Februari.

Ty menambahkan bahwa rute pengiriman alternatif telah membantu menekan biaya sejak Mei.

>>> Chelsea dan Newcastle Bersaing Rekrut Striker AS Monaco Folarin Balogun

Ia berharap jika pelayaran melalui Selat Hormuz kembali normal, harga LPG bisa kembali ke level sebelum perang.