Mencari makan di belakang kapal juga memengaruhi pola makan, organisasi sosial, dan komunikasi mereka.

>>> Christian Brothers Pertahankan Pelaku Kekerasan Seksual Anak dengan Alasan Injil

Reeves menambahkan bahwa lumba-lumba mungkin menderita kerusakan pendengaran akibat paparan kronis kebisingan kapal pukat.

Namun, mencari mangsa yang cukup di luar kapal di laut yang kelebihan tangkap mungkin terlalu sulit. Baginya, mengambil risiko lebih baik daripada kelaparan.

Perilaku ini telah menjadi transmisi budaya dalam ekosistem laut setempat. Anak lumba-lumba mengikuti kapal pukat bersama induknya, mengamati cara dewasa mencari makan, dan mempelajari perilaku tersebut.

Para ilmuwan mendesak otoritas untuk membatasi penggunaan kapal penangkap ikan yang merusak agar keanekaragaman hayati laut dan stok ikan alami dapat pulih.

Bearzi mengatakan bahwa lumba-lumba umum (common dolphins) sudah tidak umum lagi.

Penelitian memperingatkan bahwa hampir hilangnya lumba-lumba umum dari Adriatik merupakan tanda bahaya ekologis. Kecuali di beberapa titik panas, spesies itu praktis lenyap.

Bearzi menyebutnya sebagai tanda peringatan.

Bearzi, yang telah puluhan tahun meneliti populasi cetacea Mediterania, mengaku dulu hanya ingin mempelajari perilaku lumba-lumba tanpa memikirkan gangguan manusia.

Namun, yang ia lihat adalah seluruh komunitas lumba-lumba menghilang.

Ia menegaskan bahwa jika penangkapan ikan yang merusak dihentikan, sumber daya laut akan pulih dengan cepat.

Lumba-lumba akan bisa kembali mencari makan mangsa alami seperti yang mereka lakukan selama berabad-abad.

>>> Vertiv Perluas Pabrik di Malaysia, Bidik Lonjakan Permintaan Infrastruktur AI di Asia

Para penulis menyimpulkan dengan menyarankan pengelola perikanan untuk menerapkan metode panen yang tidak terlalu merusak. Pesan mereka sederhana: tangkap lebih sedikit ikan dan dengan cara yang tidak merusak.