Indonesia memiliki lebih dari 130 gunung berapi aktif karena berada di Cincin Api Pasifik. Pertanyaan tentang gunung paling mematikan sering muncul, dan jawabannya tergantung pada sudut pandang.

Apakah dilihat dari satu letusan terdahsyat atau total korban jiwa sepanjang sejarah? Secara umum, Gunung Tambora di Sumbawa disebut paling mematikan karena letusan tunggalnya pada 1815.

>>> 7 Tips Bikin Ruangan Dingin Tanpa AC, Solusi Anti Gerah dan Hemat Listrik

Sementara Gunung Merapi di Jawa Tengah/Yogyakarta menjadi yang paling berbahaya secara berkelanjutan.

Letusan Gunung Tambora 1815: Bencana Vulkanik Terbesar

Pada 10-11 April 1815, Gunung Tambora meletus dengan kekuatan VEI 7, salah satu yang terhebat dalam sejarah.

Suara ledakannya terdengar hingga ribuan kilometer, dan abu vulkanik menutupi langit hingga ratusan kilometer.

Korban jiwa langsung dari awan panas, lahar, dan runtuhan diperkirakan 10.000-12.000 orang di Pulau Sumbawa.

Namun, dampak sekunder jauh lebih mematikan: kelaparan massal akibat gagal panen dan penyakit epidemi.

Total korban jiwa diperkirakan mencapai 71.000 hingga 92.000 orang, menjadikannya letusan vulkanik paling mematikan dalam sejarah tercatat.

Dampak globalnya juga luar biasa, dengan tahun 1816 dikenal sebagai "Tahun Tanpa Musim Panas" di belahan bumi utara.

Saat ini, Tambora yang memiliki tinggi 2.850 mdpl masih aktif meski relatif tenang, tapi potensi erupsinya tetap menjadi perhatian ilmuwan.

>>> 5 Body Lotion Jumbo untuk Kulit Kering dan Mencerahkan, Hemat Dipakai Sehari-hari

Letusan Gunung Krakatau 1883: Tsunami Mematikan

Gunung Krakatau (sekarang Anak Krakatau) juga menjadi kandidat kuat.

Letusan 26-27 Agustus 1883 dengan VEI 6 menghancurkan sebagian besar pulau dan memicu tsunami setinggi puluhan meter di pesisir Banten dan Lampung.