Rudal dan drone Rusia menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (6/7) dini hari, menewaskan sedikitnya tiga orang dan merusak sejumlah blok apartemen serta bangunan lainnya.

Gempuran terbaru ini berlangsung menjelang pertemuan KTT NATO yang akan digelar di Ankara, Turki.

>>> Empat Tim Tersingkir di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan tim penyelamat tengah mengevakuasi warga dari bangunan yang hancur akibat rentetan serangan semalam.

Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv Tymur Tkachenko melaporkan sekitar tujuh orang terluka dalam serangan tersebut.

Empat gedung apartemen di Distrik Podilskyi, kawasan bersejarah di Kyiv, terkena serangan. Tkachenko menambahkan bahwa petugas penyelamat mengevakuasi penghuni dari sebuah gedung yang mengalami kerusakan parah.

"Dari sebuah gedung di Distrik Podilskyi yang mengalami keruntuhan sebagian, tim penyelamat telah mengevakuasi 15 orang," tulisnya di Telegram.

"Tiga perempuan dan enam anak berhasil dievakuasi dari lantai atas."

Tiga gedung apartemen di Distrik Darnytskyi, wilayah timur Kyiv, juga menjadi sasaran serangan.

>>> Kuasa Hukum Jokowi Kritik Praperadilan Kedua Roy Suryo

Pekan lalu, banyak warga tewas di distrik tersebut ketika Rusia meluncurkan ratusan drone dan puluhan rudal ke Kyiv, yang menewaskan sedikitnya 30 orang.

Saksi mata Reuters melaporkan terdengar serangkaian ledakan di dalam dan sekitar ibu kota, sementara sistem pertahanan udara Ukraina tampak beroperasi untuk menghadang drone-drone Rusia.

Foto-foto yang beredar di kanal Telegram tidak resmi memperlihatkan beberapa gedung apartemen bertingkat tinggi serta sebuah bangunan komersial dilalap api setelah dihantam serangan.

Foto lainnya menunjukkan kerusakan parah di bagian dalam bangunan.

Sejumlah blogger meminta warga menutup jendela rumah karena asap menyelimuti kota. Banyak warga berlindung di stasiun metro dan area parkir bawah tanah di Kyiv.

>>> Norwegia vs Inggris di Perempat Final Piala Dunia 2026

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan warganya mengenai ancaman serangan Rusia yang akan segera terjadi.