Nama Gunung Kawi kembali ramai dibicarakan di media sosial setelah muncul berbagai unggahan yang mengaitkan kawasan tersebut dengan ritual mistis. Perbincangan semakin meluas usai beredar potongan video podcast dan foto papan daftar harga di kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sejumlah warganet lantas menganggap daftar harga tersebut sebagai tarif ritual pesugihan. Padahal, informasi yang beredar di kalangan peziarah menjelaskan papan itu berisi biaya pemesanan selamatan dan nazar yang biasa dilakukan pengunjung, bukan tarif untuk praktik pesugihan.

Agar tidak keliru memahami informasi yang beredar, berikut sejumlah fakta mengenai Gunung Kawi.

1. Dikenal sebagai tujuan wisata religi

Gunung Kawi yang ramai diperbincangkan merujuk pada kawasan Pesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang. Lokasi ini telah lama menjadi salah satu tujuan wisata religi yang didatangi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Mayoritas pengunjung datang untuk berziarah ke makam Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Raden Mas Imam Soedjono. Mereka berdoa, mengucap syukur, maupun menunaikan nazar sesuai keyakinan masing-masing.

>>> Henderson Cedera saat Rayakan Kemenangan Inggris atas Meksiko

2. Mitos pesugihan telah lama berkembang

Nama Gunung Kawi memang kerap dikaitkan dengan kisah-kisah mistis yang berkembang dari generasi ke generasi. Cerita tersebut kemudian diperkuat oleh film, cerita tutur, hingga berbagai konten di media sosial.

Meski demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan seluruh orang yang datang ke kawasan itu bertujuan menjalankan ritual pesugihan. Banyak peziarah datang untuk beribadah, berziarah, atau sekadar mengunjungi kawasan wisata religi tersebut.

>>> Gaji Magang Kemnaker Batch 1 2026, Segini Besaran Per Bulannya