3. Daftar harga yang viral bukan tarif pesugihan

Foto papan daftar harga yang sempat ramai diperbincangkan memuat sejumlah paket, mulai dari ayam besek, tumpeng, kambing, sapi, hingga pertunjukan wayang.

Daftar tersebut merupakan biaya pemesanan selamatan dan nazar yang dapat digunakan peziarah. Paket makanan biasanya disajikan dalam kegiatan syukuran, kemudian disantap bersama para tamu atau peziarah yang hadir.

4. Menjadi tempat bertemunya beragam budaya

Selain dikenal sebagai lokasi ziarah, kawasan Pesarean Gunung Kawi juga memperlihatkan perpaduan budaya yang telah berlangsung lama. Di dalam kompleks terdapat masjid, kelenteng, serta berbagai unsur budaya Jawa dan Tionghoa yang berdampingan.

Keberadaan berbagai bangunan dan tradisi tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya menarik bagi peziarah, tetapi juga wisatawan yang ingin mengenal sejarah serta akulturasi budaya di Jawa Timur.

5. Masyarakat diminta tidak mudah percaya informasi yang belum jelas

Ramainya pembahasan mengenai Gunung Kawi memperlihatkan bagaimana informasi di media sosial dapat berkembang menjadi berbagai asumsi. Potongan video, foto daftar harga, hingga narasi yang beredar kerap dipahami tanpa melihat konteks secara utuh.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih cermat sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi. Gunung Kawi memang memiliki sejarah yang diwarnai berbagai mitos, tetapi kawasan tersebut tetap dikenal sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang setiap tahun dikunjungi banyak peziarah.