Manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, secara resmi mencoret Trent Alexander-Arnold dari skuad Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil karena ketidakcocokan taktik dan penurunan performa sang pemain.

Inggris sendiri tengah menghadapi krisis di posisi bek kanan.

>>> Hannah Waddingham Tolak Gagasan James Bond Wanita

Reece James dan Jarell Quansah mengalami cedera pada fase awal turnamen, sementara Tino Livramento mundur sebelum laga pembuka.

Akibatnya, Djed Spence harus dimainkan sebagai starter, dan Declan Rice dipaksa mengisi pos tersebut saat melawan DR Congo di babak 32 besar.

Alexander-Arnold terakhir kali membela Inggris pada Juni 2025. Performanya juga menurun selama musim debutnya di Real Madrid setelah hengkang dari Liverpool.

Pemain berusia 27 tahun itu bahkan tidak masuk dalam daftar 55 pemain awal Tuchel karena masalah disiplin bertahan dan eksperimen gelandang yang gagal di Euro 2024.

Kritik John Terry

Mantan kapten Chelsea dan Inggris, John Terry, mengkritik perlakuan Tuchel terhadap Spence. Ia menuding Tuchel memilih pemain muda untuk menghindari konfrontasi dengan bintang seperti Alexander-Arnold.

"Saya tidak tahu apakah Anda melihat gambar dan video dia marah-marah pada Spence lagi saat melawan DR Congo," ujar Terry di acara Piers Morgan's World Cup Uncensored.

Terry mengaku khawatir dengan perilaku Tuchel di pinggir lapangan. Ia mempertanyakan apakah pendekatan yang sama akan diterapkan pada pemain bintang.

"Saya agak khawatir. Jika itu Trent, saya tidak yakin dia akan bersikap seperti itu.

Saya tidak yakin dia akan berbicara seperti itu pada Trent," lanjut Terry.

>>> Jordan Henderson Alami Cedera Pergelangan Tangan saat Rayakan Kemenangan Piala Dunia

Menurut Terry, pilihan taktis Tuchel memungkinkan manajer untuk mengontrol pemain baru dengan lebih ketat. "Mungkin itu penjelasan mengapa dia memilih beberapa pemain ini," teoretis Terry.