Pembelaan Tuchel

Tuchel membela kebijakan seleksinya dengan menekankan bahwa harmoni skuad dan spesialis situasi tertentu lebih diutamakan daripada bakat individu.

"Sejak hari pertama kami jelas ingin membangun tim terbaik, yang belum tentu merupakan 26 pemain paling berbakat," jelas Tuchel.

Manajer asal Jerman itu menambahkan bahwa tim juara hanya bisa diraih dengan kerja sama tim.

"Kami memiliki pemain yang siap dan berkomitmen pada semangat tim dan tidak egois," ujarnya.

Tuchel juga mengungkapkan bahwa skuad final berisi pemain yang cocok untuk situasi spesifik, seperti bola mati dan adu penalti.

"Kami memiliki spesialis untuk skenario berbeda, saat unggul, saat mengejar hasil," katanya.

Manajer mengakui bahwa meninggalkan pemain terkenal seperti Alexander-Arnold, Phil Foden, dan Cole Palmer memerlukan diskusi yang sulit. "Keputusan yang sangat sulit.

>>> Gubernur Koster Bantah Tolak MBG, Siapkan 7,1 Hektare untuk SPPG Bali

Percakapan yang menyakitkan. Sulit dijelaskan kepada pemain," tutup Tuchel.