Bahan bakar minyak terbaru untuk mesin diesel, Biodiesel B50, akan segera tersedia di SPBU Pertamina. Namun, pemerintah belum mengumumkan harga jual per liternya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa banderol B50 akan mengikuti formula dan mekanisme penetapan harga solar yang berlaku saat ini.

>>> Klub Eropa Buru Gilberto Mora Usai Tampil di Piala Dunia

Saat ini, harga solar subsidi B40 berada di Rp6.800 per liter. Sementara BBM nonsubsidi Dexlite dibanderol Rp19.700 dan Dex Rp21.150 per liter.

"Kalau harga kan mengikuti harga BBM yang sudah biasanya saja, enggak ada hal khusus," ujar Laode di Jakarta beberapa waktu lalu.

Laode memastikan implementasi B50 akan dilakukan secara nasional. Pemerintah menyiapkan masa transisi tiga bulan untuk menghabiskan stok B40 dan menyesuaikan proses pencampuran.

"Secara nasional tentu ada masa jeda untuk penyesuaiannya. Sisa-sisa B40 dihabiskan dulu, diberi waktu sampai 3 bulan.

>>> Tokopedia Pastikan Tak Ada PHK Karyawan, Lakukan Penataan Tenaga Kerja

Penyesuaiannya hingga menjadi 100 persen pemulihan ke B50," katanya.

B50 merupakan kelanjutan program mandatori biodiesel dari B20, B30, B40, dan kini B50. B50 adalah campuran 50 persen biodiesel (FAME) berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar fosil.

Pemerintah mengklaim hasil pengujian menunjukkan kualitas B100 untuk campuran B50 telah memenuhi spesifikasi. Parameter seperti kadar air, monogliserida, dan kestabilan oksidasi lebih baik dari B40.

Kadar air maksimum menjadi 300 ppm dari sebelumnya 320 ppm untuk B40.

>>> Bobby Nasution Sesalkan OTT Bupati Langkat: Rakyat Jadi Korban

Monogliserida maksimum 0,47 persen massa dari 0,5 persen massa, dan kestabilan oksidasi minimal 900 menit dari 720 menit.