Jakarta masih bergulat dengan masalah kualitas udara.

Polusi perkotaan tidak bisa diselesaikan hanya lewat kebijakan pemerintah, melainkan perlu keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

>>> BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian untuk Negeri

Semangat itu diusung Pertamina melalui program GreenBus Pertamina 2026.

Program ini merupakan bagian dari Sekolah Energi Berdikari STEM, sebuah edukasi lingkungan berbasis pengalaman yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata generasi muda terhadap isu keberlanjutan.

Kali ini, GreenBus Pertamina mengunjungi Kampung Hijau Gang Cemara, Jakarta Utara.

Kawasan ini merupakan binaan Program CSR Pertamina yang berhasil mengubah lingkungan padat dan kumuh menjadi ruang hijau produktif.

Di lokasi, peserta diajak mengenal inovasi pengelolaan sampah, pertanian perkotaan, hingga ketahanan pangan yang dikelola bersama masyarakat.

Yasser, peserta dari SMA Negeri 3 Jakarta, mengaku awalnya mengira kawasan pinggiran Jakarta memiliki kepedulian lingkungan rendah. Namun setelah melihat langsung, anggapannya berubah.

"Saya justru senang melihat masyarakat di sini memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap lingkungan, bahkan menurut saya lebih terasa dibandingkan beberapa kawasan di pusat kota," ujar Yasser.

Selama mengikuti GreenBus, Yasser belajar mengolah sampah organik menjadi pakan ikan, mengenal pertanian perkotaan, hingga mencoba inovasi hasil panen.

Ia mengaku banyak ilmu yang bisa diterapkan setelah kembali ke sekolah.

"Saya memang sedang menjalankan program bertema lingkungan. Jadi banyak ilmu yang bisa saya bawa pulang dan coba terapkan," katanya.

Bagi Yasser, GreenBus Pertamina bukan sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga ruang yang mempertemukan generasi muda dengan praktik baik yang bisa ditiru.

>>> KPK Sita 55 Kg Platinum Senilai Rp40 Miliar dari Mobil Bupati Langkat