Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat penggerebekan bandar narkoba, ditemukan meninggal dunia.

Jenazah Nopandri ditemukan pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.55 WIB di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang.

>>> Maroko Ancaman Serius bagi Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026

Ia ditemukan oleh Briptu Rangga dan Bripda Ryan dalam keadaan kaku, terapung, dan tersangkut di ranting kayu. Saat ini jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk autopsi.

Belasungkawa dari Bareskrim

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Nopandri.

"Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan," ujar Eko dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Eko menegaskan peristiwa ini menjadi perhatian serius Bareskrim. Tim gabungan masih bekerja mengungkap kasus dan mengejar para pelaku.

"Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku diamankan dan diproses hukum," tegasnya.

Bareskrim telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penyelidikan. Masyarakat diimbau memberikan informasi terkait keberadaan pelaku.

>>> Kunjungan PM Singapura, Polisi Atur Lalu Lintas di 8 Ruas Jalan Jakarta

Kronologi Penggerebekan

Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra juga meninggal dalam penggerebekan yang sama. Selain Yudhie, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri sempat dilaporkan hilang.

Peristiwa terjadi pada Rabu (1/7) malam saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah pada target berinisial BIO, seorang residivis narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi.

Polisi terbagi dua kelompok: satu melakukan penindakan di rumah target, satu lagi bersiaga sebagai pendukung. Target berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika warga melakukan perlawanan menggunakan parang.

Massa terus bertambah dan menyerang dengan senjata tajam serta senjata api rakitan. Anggota polisi terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan.

>>> Jadwal Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Dalam insiden itu, Aipda Yudhie ditemukan tewas dengan luka senjata tajam, sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri sempat hilang sebelum akhirnya Nopandri ditemukan meninggal.