Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Bandar Narkoba Buntut Anggota Tewas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar dan gembong narkoba.
Perintah ini menyusul tewasnya Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, saat hendak menangkap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.
>>> Prediksi Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026
"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," ujar Sigit kepada wartawan, Jumat (3/7).
Sigit menegaskan tindakan tegas itu bertujuan melindungi seluruh rakyat Indonesia dari bahaya narkotika.
"Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa," jelasnya.
Ia juga mengingatkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi, sehingga generasi bangsa harus dijaga dari dampak narkoba.
Kronologi Penangkapan
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan peristiwa terjadi pada Rabu (1/7) malam.
Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
>>> Ada Misi Berhadiah di Jakarta x Beauty 2026, Begini Caranya
Hasil penyelidikan mengarah kepada target berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.
Tim dibagi dua kelompok: satu melakukan penindakan di rumah target, satu lagi bersiaga sebagai pendukung.
Target berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.
Massa terus bertambah dan menyerang dengan senjata tajam serta senjata api rakitan.
Personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan.
>>> Mandiri Jogja Marathon 2026 Dorong Ekonomi DIY, Belanja Masyarakat Naik 7,4%
Aipda Yudhie ditemukan meninggal dengan luka senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian.
Update Terbaru
Biohacker Gagal Operasi Lobster untuk Kendalikan AI, Akhirnya Mati
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Roman Safiullin Kalahkan Joao Fonseca di Wimbledon, Lolos ke Babak Keempat
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Nasib Aktor China Xu Peng Berubah Drastis gegara AI, Kini Jual Sayur di Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Film G.I. Joe ala Danny McBride Dikabarkan Mulai Syuting Tahun Depan
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Apakah Konsol Generasi Baru Masih Dibutuhkan?
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Otoritas Tasmania Peringatkan Publik Jaga Jarak dari Neil si Anjing Laut
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Iran Gelar Pemakaman Enam Hari untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Pemilihan Senat Michigan
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ohio Laporkan 177 Kasus Parasit Cyclosporiasis di 43 Wilayah
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot AS Tembus 200 Juta Dolar per Hari
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
Laporan Guardian Ungkap Kesenjangan Nyeri Berdasarkan Etnis, Ini Solusinya
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
ITSB Pacu Transformasi Menuju Research University, Targetkan 2.500 Mahasiswa Akhir 2026
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula 2026: Modal Mulai Rp 10.000
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Setelah Pakai Galaxy Z Flip 7, Saya Tak Akan Beli Flip 8 Jika Samsung Tak Perbaiki Ini
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB






