Laporan Guardian Ungkap Kesenjangan Nyeri Berdasarkan Etnis, Ini Solusinya
Laporan terbaru dari The Guardian menyoroti fenomena 'kesenjangan nyeri etnis' (ethnicity pain gap) di layanan kesehatan.
Temuan ini menunjukkan bahwa warna kulit seseorang memengaruhi kualitas perawatan nyeri yang diterima.
>>> ITSB Pacu Transformasi Menuju Research University, Targetkan 2.500 Mahasiswa Akhir 2026
Penelitian menemukan bahwa perempuan kulit hitam dan Asia lebih jarang mendapatkan epidural saat melahirkan, meskipun mereka memintanya.
Hal ini disebabkan stereotip bahwa perempuan kulit hitam memiliki 'kulit tebal' dan tahan nyeri, sementara perempuan Asia dianggap 'putri' yang terlalu banyak menuntut.
Data Kesenjangan dalam Perawatan Kanker
Kesenjangan serupa juga terjadi pada pasien kanker.
Pasien dari latar belakang kulit hitam, Asia Selatan, dan etnis campuran menerima lebih sedikit obat pereda nyeri dengan dosis lebih rendah dibandingkan pasien kulit putih, bahkan setelah memperhitungkan usia, jenis kanker, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.
Para ahli menyebut pola ini sebagai 'ethnicity pain gap' dan menekankan bahwa bukti kuat menunjukkan adanya hubungan antara warna kulit, perjalanan pasien, dan hasil kesehatan.
Langkah-Langkah Mengatasi Kesenjangan
Prof Devi Sridhar dari Universitas Edinburgh mengusulkan beberapa intervensi yang terbukti efektif.
>>> Cara Investasi Reksadana untuk Pemula 2026: Modal Mulai Rp 10.000
Pertama, data kesenjangan ras dan etnis harus dikumpulkan secara rutin dan dibagikan secara transparan di seluruh organisasi kesehatan.
Kedua, pelatihan kesadaran bias bawah sadar bagi staf medis dapat membantu menghilangkan mitos seperti pasien kulit hitam memiliki toleransi nyeri lebih tinggi atau pasien Asia lebih rendah.
Ketiga, penggunaan jalur klinis standar, seperti protokol dan daftar periksa, dapat mengurangi bias individu dalam pengambilan keputusan medis.
Keempat, kepemimpinan organisasi harus menjadikan kesenjangan ini sebagai prioritas.
Sridhar menekankan bahwa langkah-langkah ini bukanlah tuduhan rasisme terhadap staf, melainkan pengakuan terhadap pola perlakuan berbeda yang terlihat dalam data.
Dengan mengakui bukti, kita dapat bekerja sama mencari solusi.
>>> Setelah Pakai Galaxy Z Flip 7, Saya Tak Akan Beli Flip 8 Jika Samsung Tak Perbaiki Ini
Pada akhirnya, perawatan kesehatan harus adil: pasien berhak mendapatkan perawatan berkualitas tinggi tanpa memandang warna kulit. Ini bukan soal politis atau 'woke', melainkan praktik medis yang baik.
Update Terbaru
Dari Nonton Maradona di TV Desa, Kini Bubista Pimpin Cape Verde Lawan Argentina
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Cara Dapat Penghasilan Tambahan 100 Ribu per Hari Lewat Aplikasi Resmi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Daftar 10 Paspor Terkuat di Dunia 2026, Indonesia Peringkat 119
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Ibu-ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya di Sensus Ekonomi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
PM Pakistan dan Menlu Afghanistan Melayat Jenazah Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Pendaftaran Beta Tertutup Ketiga Monster Hunter Outlanders Dibuka, Uji Coba 7 Agustus
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Pokémon Scarlet & Violet Kembali Hadirkan Hisuian Typhlosion 7-Star Tera Raid
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Xiaomi Luncurkan Empat Produk Redmi Baru: Tablet, TWS, Smartwatch, dan Headphone
Jumat / 03-07-2026, 20:43 WIB
Kemdagri Siapkan Sanksi untuk Bupati Purwakarta Usai Lagu Kontroversial
Jumat / 03-07-2026, 20:43 WIB
Cek Geliat Ekonomi, Purbaya Sebar Anak Buah ke Sejumlah Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:43 WIB
Disney Perbarui Dragon Striker untuk Musim Kedua, Tayang Awal 2027
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB
Pabrik Cakram PlayStation Terbesar Sony Mulai Beralih ke Mikro Optik
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB
Meccha Chameleon Jadi Game Terlaris 2026, Penjualan Tembus 12,6 Juta Kopi
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB
Shuhei Yoshida Kritik Steam Machine: Mahal dan Kinerja Biasa Saja
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB






