Rama Duwaji, Ibu Kota New York sekaligus seniman Syria-Amerika, menuai kritik tajam setelah memilih terbang ke Mallorca, Spanyol, untuk menghadiri retret spiritual Islam, bukannya menghadiri perayaan 250 tahun Amerika Serikat di dalam negeri.

Duwaji terbang dari Bandara Newark Liberty International Airport pada Senin untuk mengikuti program "Plants Of The Quran" yang diselenggarakan oleh The Women's Sanctuary.

>>> Firasat Kuat Ronaldo: Portugal Akan Kalahkan Spanyol di Piala Dunia 2026

Acara yang sudah habis terjual itu berlangsung hingga Senin pekan depan dengan biaya $3.400 per orang.

Program ini berfokus pada lokakarya botani dan refleksi spiritual. Duwaji sendiri berperan sebagai seniman-in-residence kelompok tersebut.

Kritik dari Pejabat Republik

Anggota Dewan Kota Queens dari Partai Republik, Joann Ariola, menyayangkan waktu keberangkatan Duwaji yang bertepatan dengan tonggak sejarah nasional.

"Tidak ada yang lebih mencerminkan 'America 250' selain melewatkan perayaan untuk liburan Mediterania, tapi saya tidak terkejut karena dia sudah menunjukkan kebenciannya terhadap Amerika," ujar Ariola.

Anggota Dewan Staten Island, Frank Morano, juga kecewa.

"Sangat mengecewakan bahwa Ibu Kota memilih berada di luar negeri alih-alih ambil bagian dalam salah satu acara sipil terbesar yang akan dirayakan kota dan negara kita tahun ini," katanya.

>>> Gempa M 5,9 Guncang Mindanao, Terasa hingga Skala IV-V di Kepulauan Sangihe

Morano menegaskan bahwa kritik bukanlah larangan bepergian pribadi, melainkan soal representasi kota.

"Tidak ada yang mengatakan pejabat terpilih dan keluarganya tidak boleh liburan, tapi ini adalah momen untuk menunjukkan dukungan bagi kota dan negara, dan dia melewatkannya," tambahnya.

Kritikus konservatif juga menyoroti kontras antara perjalanan Duwaji ke Mediterania dengan imbauan gelombang panas yang dikeluarkan kantor wali kota.

"Lucu ketika @ZohranKMamdani menyuruh warga New York menurunkan AC, istrinya Rama Duwaji malah naik pesawat ke Mallorca untuk pesta," cuit komentator konservatif Arynne Wexler.

Kantor Wali Kota menyatakan bahwa Duwaji bepergian tanpa pengawal dari NYPD yang didanai pembayar pajak.

Sementara itu, Wali Kota Mamdani tetap di kota untuk menangani respons gelombang panas dan menyampaikan pidato 15 menit dari Balai Kota.

>>> ParagonCorp dan ITB Hadirkan Dome Theater Imersif di Museum ITB

Duwaji dijadwalkan menjadi tuan rumah retret lain bertajuk "Mary In The Quran" di Korsika, Prancis, pada 9-14 Juli mendatang.