FIFA membatalkan skorsing satu pertandingan otomatis yang dijatuhkan kepada penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Minggu (5/7).

Keputusan ini memungkinkan Balogun tampil pada laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia, Senin (6/7).

>>> Michael B. Jordan Buka Casting untuk Serial Fourth Wing di Prime Video

Balogun mendapat kartu merah setelah wasit meninjau ulang tekelnya dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar.

Berdasarkan aturan turnamen, kartu merah langsung seharusnya berakibat skorsing otomatis satu laga.

Menurut NBC Sports, FIFA menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin untuk menangguhkan sanksi tersebut.

Pasal ini memungkinkan pemain menjalani masa percobaan selama satu hingga empat tahun, menggantikan aturan standar turnamen.

Protes Keras dari Belgia

Keputusan FIFA langsung menuai reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA). Mereka mengumumkan akan meninjau semua opsi hukum untuk menentang putusan tersebut.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyebut pengumuman mendadak itu seperti lelucon April Mop.

"Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli ternyata adalah 1 April," ujar Garcia dalam konferensi pers, Minggu.

Garcia menegaskan bahwa pernyataan protes RBFA bertujuan menjaga integritas aturan turnamen, bukan sekadar membela timnya. "Kami membela sepak bola," katanya.

Saat ditanya kemungkinan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Garcia enggan merinci strategi hukum. "Kami ingin fokus pada urusan olahraga," ujarnya.

>>> Alasan DPRD Jabar Beri Lampu Hijau Ubah Nama Provinsi Tatar Sunda

Kiper Belgia, Thibaut Courtois, mengakui perubahan jadwal skorsing memengaruhi persiapan taktik tim. Namun, ia memastikan tim tetap siap menghadapi laga.

"Mereka punya 11 pemain, bukan hanya Balogun," katanya.