Tim nasional sepak bola putra Amerika Serikat dijadwalkan menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia, Senin di Seattle.

Pertandingan ini menjadi puncak dari perjalanan bersejarah yang telah membangkitkan antusiasme penggemar di seluruh negeri.

>>> Inggris Hadapi Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026 Miami

Jajak pendapat Ipsos Sports pada 26-28 Juni menunjukkan bahwa 60% penggemar sepak bola merasa sangat antusias dengan langkah AS ke fase gugur.

Namun, survei juga mengungkapkan bahwa hanya sekitar 20% warga Amerika yang mengaku sebagai penggemar sepak bola, masih tertinggal dari sepak bola profesional, bola basket, dan bisbol.

Sebanyak 33,5 juta pemirsa menonton kemenangan sebelumnya atas Bosnia-Herzegovina, menurut The New York Times.

Angka itu melampaui rating Final NBA 2026 dan masuk dalam acara siaran paling banyak ditonton tahun ini.

Dampak Piala Dunia bagi Sepak Bola AS

Komisioner Major League Soccer Don Garber mengenang atmosfer emosional saat pertandingan perdana Seattle Sounders pada 2009.

"Untuk pertama kalinya saya berkata, ini dia, kita punya sesuatu di sini," ujarnya.

Keberhasilan ekspansi setelah debut Seattle memungkinkan MLS membangun infrastruktur permanen di Amerika Utara.

>>> FIFA Cabut Skors Balogun Setelah Trump Turun Tangan

Pemilik Sounders Adrian Hanauer menekankan bahwa akar sepak bola yang dalam di kota itu menjadi landasan sempurna untuk momen ini.

"Semua sejarah sepak bola Seattle adalah bubuk mesiu yang meledakkan gairah baru ini," kata Hanauer. "Tapi saya juga pragmatis.

Piala Dunia akan berakhir dalam beberapa minggu, dan kami akan kembali bekerja meningkatkan liga, mendatangkan lebih banyak penggemar, dan menerjemahkan keterlibatan mereka ke dalam partisipasi."

Gelandang timnas AS Tyler Adams menegaskan bahwa skuad saat ini ingin meninggalkan warisan abadi. "Kami ingin meninggalkan jejak dan warisan.

Saya ingin ini lebih dari sekadar momen dan hype. Jika dua tahun dari sekarang kami masih dibicarakan, maka kami melakukan sesuatu yang benar," ujarnya.

Tim asuhan pelatih Mauricio Pochettino terus melaju di turnamen. Pochettino kerap menggunakan kalimat "Kenapa bukan kami?"

>>> 6 Kebiasaan Orang Tua untuk Membangun Rasa Percaya Diri Anak

untuk memotivasi skuad.