Curahan hati Shabrina Jasmine di media sosial X mengenai kondisi putrinya yang diduga menjadi korban perundungan memancing perhatian luas. Alih-alih hanya mendapat simpati, unggahan tersebut memicu perdebatan karena sebagian warganet mempertanyakan keputusan sang ibu membagikan persoalan pribadi anak ke ruang publik.

Dalam utas yang diunggah melalui akun pribadinya, Shabrina menceritakan kondisi putrinya, Jasmine, 14 tahun, yang disebut mengalami tekanan mental setelah menjadi sasaran komentar terkait bentuk tubuhnya.

Ia menjelaskan bahwa Jasmine memiliki postur tubuh yang lebih besar dibanding teman seusianya sejak masih kecil. Menurut penuturannya, sang anak pernah menjalani diet ekstrem hingga mengalami GERD sebelum akhirnya berupaya menurunkan berat badan dengan cara yang lebih bertahap.

Shabrina juga mengungkapkan bahwa Jasmine kini menjalani pendidikan melalui homeschooling.

Dalam salah satu unggahannya, ia menggambarkan kesedihan melihat putrinya menangis akibat tekanan yang dialami. Ia menilai kondisi mental anaknya telah terganggu setelah menerima perlakuan yang disebut sebagai perundungan.

>>> Teazzi Buka Suara soal Produk White Peach usai Seruan Boikot Ramai di Media Sosial

Respons Warganet Terbelah

Unggahan tersebut memunculkan dua kubu di kolom komentar. Sebagian memberikan dukungan kepada Jasmine dan berharap remaja itu segera pulih dari pengalaman yang dialaminya.

Beberapa pengguna media sosial menyampaikan bahwa Jasmine tidak perlu merasa rendah diri. Mereka menilai remaja tersebut tetap memiliki penampilan yang menarik dan berharap tetap percaya diri.

Ada pula yang menawarkan bantuan apabila Jasmine membutuhkan tempat bercerita atau dukungan emosional.

Kritik terhadap Cara Penyelesaian Masalah

Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang menilai persoalan tersebut semestinya diselesaikan tanpa melibatkan publik. Mereka berpendapat unggahan berulang mengenai masalah keluarga berpotensi memperbesar tekanan yang dialami anak.