Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil memanen udang vaname hasil budidaya modern di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kota Semarang, pada Senin (6/7).

Panen raya dilakukan di tambak seluas 1.561 meter persegi yang dikelola Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah.

>>> Perpres 111/2025 Masukkan LGBT sebagai Ancaman Nonmiliter, DPR Dukung

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut meninjau langsung kegiatan tersebut.

Melalui penerapan rekayasa teknologi budidaya, tambak ini mampu menghasilkan udang vaname berkualitas tinggi sekaligus menjadi model pengembangan tambak modern di tengah kawasan industri.

Sistem Tertutup dan Target Produksi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, menjelaskan panen dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu setelah masa budidaya sekitar 82 hari.

Produksi udang ditargetkan mencapai 1,3 ton dengan ukuran rata-rata 60 ekor per kilogram.

Tambak tersebut menggunakan sistem tertutup atau closed system yang dirancang untuk meminimalkan penggunaan air karena berada di kawasan industri.

"Kita menggunakan sedikit air dari luar, kemudian kita treatment dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum digunakan untuk budidaya," ujar Endi.

Hasil panen kali ini dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Selain menghasilkan komoditas perikanan, Loka PBI Tugu juga mencatatkan kinerja positif dari sisi pendapatan.

Hingga Semester I 2026, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) unit tersebut telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan.

>>> Gaji Magang Kemnaker Batch 1 2026, Segini Besaran Per Bulannya

Revitalisasi Tambak dan Dukungan Pemerintah

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Luthfi meminta Dinas Kelautan dan Perikanan memperkuat sentra pembibitan ikan dan udang di Jawa Tengah.