Kolesterol tinggi kerap disebut pembunuh senyap karena gejalanya sulit terdeteksi. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke dalam jangka panjang.

Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi kadar kolesterol adalah pola makan sehari-hari. Ahli gizi mengingatkan beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu kenaikan kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi berlebihan.

>>> 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi

Kopi Tanpa Filter

Kopi tanpa filter seperti espresso, French press, kopi Skandinavia, atau kopi Turki mengandung senyawa cafestol dan kahweol. Kedua senyawa ini terbukti meningkatkan kadar kolesterol LDL.

Ahli diet kardiologi preventif Michelle Routhenstein menjelaskan bahwa cafestol menghambat sintesis asam empedu dan memblokir reseptor hati. Akibatnya, produksi kolesterol meningkat dan eliminasinya berkurang.

Sebaliknya, kopi yang disaring dengan kertas filter dapat menjebak senyawa tersebut. Dengan begitu, risiko kolesterol tetap terkendali tanpa harus meninggalkan kopi.

Ghee

Ghee sering dianggap lebih sehat daripada mentega biasa. Padahal, ghee adalah mentega yang dimurnikan sehingga kandungan lemak jenuhnya sangat pekat.

Ahli diet Nisha Melvani menyebut bahwa lemak jenuh dalam ghee dapat meningkatkan kolesterol LDL lebih tinggi dibandingkan minyak tak jenuh.

Beberapa penelitian juga menunjukkan ghee dapat meningkatkan kadar ApoB, penanda partikel LDL yang terkait risiko penyakit jantung.

Meski bisa dimasukkan dalam diet sehat, menjadikan ghee sebagai lemak utama justru dapat menaikkan kolesterol secara tidak terduga.

Minyak Sawit

Minyak sawit dan minyak kelapa termasuk minyak tropis yang tinggi lemak jenuh.

Penelitian menunjukkan konsumsi minyak sawit sebagai pengganti minyak nabati non-tropis seperti minyak zaitun dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL.

Routhenstein menambahkan bahwa minyak kelapa dan sawit mengurangi aktivitas reseptor LDL di hati. Akibatnya, kolesterol dalam aliran darah meningkat.