>>> 5 Tips Menata Dapur Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Energi Positif Mengalir

Banyak granola dan energy bar mengandung minyak sawit sebagai sumber lemak tersembunyi.

Disarankan memeriksa label informasi nilai gizi untuk mengetahui kandungan lemak jenuh pada camilan atau protein bar favorit.

Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan seperti kue, roti tawar putih, biskuit, dan sereal manis tidak hanya memicu diabetes atau lonjakan gula darah.

Makanan ini juga berdampak pada kadar kolesterol.

Melvani menjelaskan bahwa karbohidrat olahan menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat. Hati kemudian merespons dengan memproduksi lebih banyak VLDL, partikel pembawa lemak dalam darah.

Seiring waktu, VLDL berubah menjadi kolesterol LDL yang lebih kecil dan lebih padat, yang dianggap lebih berbahaya bagi jantung.

Selain itu, banyak makanan olahan biji-bijian juga mengandung mentega, lemak trans, minyak sawit, dan kelapa yang langsung meningkatkan LDL.

Biji-bijian olahan juga kehilangan serat larut yang membantu menurunkan LDL. Makanan ini sering menggantikan oat dan barley yang justru melindungi jantung.

Makanan Tinggi Natrium

Banyak yang mengira natrium tidak berpengaruh langsung pada kolesterol. Faktanya, konsumsi natrium berlebihan dapat merusak lapisan pembuluh darah.

Kerusakan tersebut memudahkan kolesterol masuk ke dinding arteri dan menyebabkan penumpukan plak.

>>> Cara Cek Penerima BPNT Juli 2026, Bantuan Rp600.000 Bisa Dicek Pakai NIK KTP

Makanan beku, makanan cepat saji, camilan olahan, dan makanan kalengan merupakan sumber natrium tersembunyi yang perlu diwaspadai.