Berhenti merokok, berjalan kaki lebih banyak, memperbaiki tidur, membatasi alkohol, dan mengobati tekanan darah tinggi adalah langkah sederhana yang memiliki kekuatan nyata untuk memperpanjang hidup.

Kanker Sering Terdeteksi Terlambat

Kanker adalah kontributor utama lain kematian dini pada pria. Kanker prostat adalah contoh paling jelas, tapi bukan satu-satunya.

Kanker paru, kolorektal, mulut, hati, dan pankreas juga banyak menyerang pria.

Beberapa kanker terkait dengan risiko yang bisa dicegah atau dimodifikasi seperti tembakau, alkohol, kelebihan berat badan, pola makan buruk, dan skrining yang tertunda.

Masalahnya bukan hanya seberapa sering kanker muncul, tapi juga kapan ditemukan.

Skrining bisa mendeteksi beberapa kanker sebelum gejala timbul, namun banyak pria menghindari atau menunda janji temu, terutama jika pemeriksaannya terasa memalukan atau saat mereka merasa sehat.

Skrining kanker kolorektal, pemeriksaan kulit, diskusi tentang skrining kanker prostat, dan perhatian pada gejala persisten bisa membuat perbedaan.

Darah dalam tinja, batuk berkepanjangan, penurunan berat badan tak jelas, benjolan tak biasa, perubahan tahi lalat, atau masalah saluran kemih tidak boleh diabaikan.

>>> DTKJ Usulkan Tiket Berlangganan Transjakarta: Paket Mingguan, Dua Minggu, dan Bulanan

Diagnosis dini tidak menjamin kesembuhan, tapi sering memberi lebih banyak pilihan pengobatan.

Penyakit Hati Bisa Progresif Tanpa Gejala

Hati sangat tangguh, yang merupakan kekuatan sekaligus bahaya. Organ ini bisa mentolerir stres bertahun-tahun sebelum gejala menjadi jelas.

Saat penyakit kuning, pembengkakan, kebingungan, nyeri perut, atau kelelahan parah muncul, kerusakan mungkin sudah lanjut.

Alkohol bukan satu-satunya penyebab penyakit hati, tapi tetap menjadi faktor utama, terutama jika minum sering atau berat.

Penyakit hati berlemak yang terkait dengan obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik juga semakin penting.