Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penerapan tiket berlangganan untuk layanan Transjakarta. Opsi masa berlaku yang diajukan meliputi tujuh hari, 14 hari, dan satu bulan.

Ketua DTKJ DKI Jakarta Sugihardjo mengatakan skema ini menjadi rekomendasi seiring wacana penyesuaian tarif. Menurutnya, pelanggan tetap akan lebih diuntungkan dengan sistem berlangganan dibandingkan membayar per perjalanan.

>>> Bawa Eksepsi 37 Halaman, Dokter Tifa Lawan Dakwaan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi

DTKJ mengusulkan tarif langganan Rp45.000 untuk tujuh hari, Rp90.000 untuk 14 hari, dan Rp200.000 untuk satu bulan.

Selain itu, DTKJ juga mengusulkan perubahan sistem tarif menjadi berbasis waktu.

Tarif Berbasis Waktu untuk Transjakarta

Untuk layanan di dalam Jakarta, tarif diusulkan Rp5.000 dengan masa berlaku tiket tiga jam.

Penumpang dapat berpindah antarlayanan Transjakarta, termasuk BRT, non-BRT, dan Mikrotrans, tanpa biaya tambahan selama periode tersebut.

Sistem ini dinilai lebih menguntungkan dibandingkan mekanisme saat ini yang hanya berlaku untuk satu kali perjalanan.

>>> Dosen Diusulkan Bergaji Rp 20-50 Juta, Mendiktisaintek: Evaluasi Dulu

DTKJ juga mengajukan skema serupa untuk Transjabodetabek dengan tarif Rp10.000 berlaku tiga jam, mencakup Transjabodetabek, Transjakarta, Mikrotrans, dan Trans Bandara.

Menurut Sugihardjo, kombinasi tiket berlangganan dan tarif berbasis waktu diharapkan memberi nilai tambah jika Pemprov DKI memutuskan menyesuaikan tarif.

DTKJ menilai penyesuaian tarif layak dipertimbangkan karena tarif reguler Rp3.500 tidak berubah sejak 2005.

Dalam lebih dari dua dekade, biaya hidup terus meningkat sementara layanan Transjakarta berkembang pesat, menjangkau sekitar 93 persen wilayah Jakarta.

DTKJ menegaskan setiap kenaikan tarif harus diikuti peningkatan kualitas layanan, seperti perpanjangan masa berlaku tiket dan integrasi antarmoda.

>>> Kasus Ijazah Jokowi Berawal dari Cuitan Kader PSI, Dokter Tifa Ajukan Eksepsi

DTKJ berharap kebijakan tarif tidak hanya berorientasi pada penyesuaian harga, tetapi juga memberikan manfaat lebih besar bagi pengguna transportasi umum melalui layanan yang lebih fleksibel, efisien, dan terintegrasi.