Di balik kemegahan Piala Dunia 2026, FIFA menjalankan pusat komando super rahasia di Miami, Amerika Serikat.

Ruangan ini menjadi "otak" yang mengendalikan seluruh turnamen secara real time, dengan layar raksasa menampilkan pergerakan tim, stadion, dan arus suporter.

>>> Argentina Kuasai Statistik Piala Dunia 2026: Gol, Umpan, dan Akurasi Terbaik

Akses ke pusat kendali itu sangat terbatas. Pengunjung dilarang membawa ponsel atau perangkat perekam.

Dari Miami, FIFA memantau turnamen dengan 48 tim, 104 pertandingan, dan 16 kota tuan rumah di tiga negara.

Ribuan staf dan puluhan ribu relawan terhubung dalam satu sistem terpadu.

Direktur Teknologi FIFA, Nacho Fresco, mengatakan pekerjaan mereka adalah tidak terlihat dan memastikan semuanya berjalan sempurna.

Setiap pergerakan tim diawasi secara detail, termasuk perjalanan bus menuju stadion. Sistem mampu mendeteksi potensi gangguan di sepanjang rute, sementara pemeriksaan keamanan dibantu anjing pelacak.

>>> Link Live Streaming Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Pemantauan Suporter dan Serangan Siber

Pergerakan suporter juga dipantau ketat.

Data jumlah penonton yang masuk stadion, antrean di pintu pemeriksaan, hingga kapasitas tribun ditampilkan langsung di layar pusat kontrol.

Seluruh data diproses menggunakan kecerdasan buatan yang dikembangkan bersama Lenovo. Informasi tersebut disalurkan ke berbagai divisi, mulai dari keamanan, transportasi, hingga penjualan tiket.

Meski terintegrasi, setiap petugas hanya menerima data sesuai bidangnya. Namun, sistem ini memungkinkan semua pihak merespons cepat jika terjadi masalah.

>>> Veda Ega Bikin Manajer Honda Team Asia Semangat Jelang Moto3 Jerman 2026

FIFA menghadapi sekitar 500 juta serangan siber setiap hari selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Pusat komando di Miami menjadi garda terdepan dalam menangkal ancaman tersebut.