Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengecam protes Mesir yang menuduh wasit tidak adil dalam laga melawan Argentina.

FIFA menegaskan tuduhan tanpa bukti tidak memiliki tempat dalam sepak bola, apalagi di Piala Dunia 2026.

>>> Terowongan Kereta Bawah Tanah Cincinnati: Proyek 1920-an yang Tak Pernah Berfungsi

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, angkat bicara terkait kontroversi pertandingan Mesir vs Argentina.

Ia menyatakan diskusi soal keputusan wasit adalah hal wajar, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak bisa dibenarkan.

"Diskusi konstruktif mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, namun tuduhan yang tidak didasarkan pada bukti apa pun tidak memiliki tempat dalam olahraga kami," ujar Collina, Jumat (10/7).

Collina juga memperingatkan bahwa tuduhan semacam itu bisa memicu ancaman terhadap keselamatan wasit dan keluarganya. Ia menegaskan komite wasit bekerja secara independen tanpa pengaruh pihak mana pun.

Setiap wasit yang bertugas di Piala Dunia selalu berusaha mengambil keputusan secara jujur dan profesional, tambah Collina.

>>> New Jersey Siap Larang Robotaxi Tanpa Sensor Radar dan Lidar

"Wasit mengambil keputusan dengan jujur, dan seperti halnya para pemain dan pelatih, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik."

Sebelumnya, Mesir melontarkan protes keras setelah kalah 2-3 dari Argentina.

Meski sempat unggul dua gol, mereka merasa dirugikan karena pembatalan gol dan tidak diberikannya penalti kepada Mohamed Salah.

Pelatih Mesir Hossam Hassan menduga ada faktor nonteknis di balik hasil pertandingan. Federasi Sepak Bola Mesir bahkan meminta FIFA memberikan sanksi kepada wasit yang memimpin laga tersebut.

>>> Startup Selandia Baru Uji Coba Pendorong Satelit Tanpa Bahan Bakar

Namun, FIFA tetap memberikan dukungan penuh terhadap independensi dan integritas perangkat pertandingan sepanjang Piala Dunia 2026. Tuduhan tanpa bukti tidak akan ditoleransi.