Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi yang mewarnai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, membela kinerja perangkat pertandingan dalam laga tersebut. Ia mengakui bahwa dinamika turnamen dengan jadwal padat membuat evaluasi terus dilakukan.

>>> Prabowo Janjikan Bintang Penghargaan untuk Pejabat Sukseskan B50

"Mari kita mulai dengan mengatakan bahwa sejauh ini kami telah memainkan sejumlah pertandingan yang meningkat sebesar lima puluh persen dibandingkan piala dunia sebelumnya, dan masih ada delapan pertandingan besar yang tersisa," kata Collina, dikutip Jumat (10/7).

Menurutnya, secara umum kualitas kepemimpinan wasit masih berada pada level yang memuaskan meski terdapat tantangan akibat padatnya jadwal pertandingan.

"Secara umum, kami puas dengan kualitas wasit, tetapi dengan banyaknya pertandingan dalam waktu singkat, wajar jika tidak semua hal selalu berjalan sesuai harapan.

Ketika hal itu terjadi, para wasit akan lebih bersemangat untuk bekerja lebih keras agar siap menghadapi pertandingan berikutnya," katanya.

Protes Mesir dan Tuduhan Kecurangan

Pernyataan tersebut menjadi respons resmi FIFA terhadap berbagai kritik yang muncul setelah laga Mesir kontra Argentina.

Meski mengakui adanya ruang evaluasi, Collina tetap menegaskan kepercayaan terhadap profesionalisme para pengadil lapangan.

>>> KPK Tahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono, Terima Gratifikasi Rp30 Miliar

Sebelumnya, muncul tudingan bahwa sejumlah keputusan wasit memengaruhi hasil pertandingan. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan dramatis Argentina 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol hingga menit ke-76.

Keputusan wasit yang kontroversial termasuk pembatalan gol dan tidak diberikannya penalti kepada Mohamed Salah. Hal ini memicu protes dari pemain, pelatih, hingga Federasi Sepak Bola Mesir.

Pelatih Mesir Hossam Hassan menyatakan kekecewaannya.

"Kami lebih baik hari ini melawan mereka, tetapi sepak bola tidak adil, dan apa yang terjadi tidak adil, meskipun federasi mengedepankan slogan 'fair play'," ujarnya.

Ia juga menduga ada faktor lain di balik hasil pertandingan.

"Mungkin faktor pemasaranlah yang menjadi penyebabnya; mereka tidak ingin Messi tersingkir, mereka ingin sang juara dunia tetap bertahan di Piala Dunia," katanya.

>>> FIFA Kecam Tuduhan Mesir: Protes Tanpa Bukti Tak Punya Tempat di Sepak Bola

Federasi Sepak Bola Mesir kemudian mengajukan protes resmi kepada FIFA dan meminta agar wasit pada laga tersebut dijatuhi sanksi atas keputusan yang dinilai merugikan timnya.